JAKARTA, Opsi.id – Gelaran FIFA World Cup 2026 akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai Juni 2026.
Diprediksi menjadi momentum peningkatan konsumsi masyarakat, sekaligus membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Fenomena warung kopi yang ramai hingga dini hari, kedai makan yang memperpanjang jam operasional.
Hingga maraknya kegiatan nonton bareng (nobar) menjadi pola yang hampir selalu berulang setiap perhelatan Piala Dunia.
Karena itu, pelaku usaha dinilai perlu mempersiapkan berbagai aspek operasional jauh sebelum pertandingan dimulai.
Agar mampu menangkap lonjakan permintaan yang diperkirakan terjadi selama turnamen berlangsung.
Laporan FIFA World Cup 2026 Socioeconomic Impact Analysis, total kehadiran penonton di stadion diproyeksikan mencapai 65 juta orang. Sekitar 40 persen berasal dari luar negeri.
Rata-rata pengeluaran harian penonton diperkirakan mencapai 416 dolar AS per orang.
Meski data tersebut berasal dari negara tuan rumah, pola konsumsi selama Piala Dunia juga kerap terjadi di Indonesia.
Sektor makanan dan minuman, ritel, serta layanan hiburan biasanya mengalami peningkatan transaksi, terutama pada usaha yang menyediakan fasilitas nonton bareng.
Baca juga: Resmi! Ini 26 Pemain Timnas Haiti untuk Piala Dunia 2026
Pelaku usaha disarankan mempersiapkan tiga aspek utama, yakni ketersediaan stok, sistem pembayaran, dan kesiapan sumber daya manusia.
Untuk pengelolaan stok, metode klasifikasi ABC dinilai efektif dalam menentukan prioritas produk.
Produk utama yang paling banyak dicari pelanggan harus dipastikan tersedia selama pertandingan berlangsung agar tidak kehilangan potensi penjualan.
Selain stok, kesiapan sistem pembayaran digital juga menjadi faktor penting.
Dalam kondisi ramai pengunjung, antrean panjang di kasir berpotensi menyebabkan hilangnya transaksi.
Oleh karena itu, UMKM dianjurkan memastikan layanan pembayaran digital seperti QRIS berjalan optimal serta memiliki alternatif jika terjadi gangguan jaringan.
Kesiapan staf juga perlu disesuaikan dengan waktu-waktu puncak, seperti menjelang pertandingan dimulai, saat jeda babak, dan setelah pertandingan berakhir.
Pelaku usaha dapat menambah tenaga sementara pada jam-jam tersebut untuk menjaga kualitas layanan.
Di sisi lain, UMKM diingatkan untuk berhati-hati dalam membuat promosi terkait Piala Dunia.
Nama resmi, logo, maskot, maupun atribut resmi turnamen merupakan hak kekayaan intelektual yang dilindungi dan tidak boleh digunakan tanpa izin resmi.


