PAM Jaya dan PT JUP Siap Penuhi Kebutuhan Masyarakat Terdampak Proyek IPA Hutan Kota Jakbar

Jakarta – PT Air Minum Jaya (Perseroda) atau PAM JAYA berkomitmen menjaga pelayanan air minum perpipaan dengan memastikan pelanggan tetap mendapat bantuan air darurat selama periode perawatan pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota yang saat ini dilakukan oleh PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP), anak usaha PT Jakarta Propertindo alias Jakpro.

‎”PAM JAYA telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” Direktur Operasional PAM JAYA, Syahrul Hasan dalam keterangan resmi, Senin, 20 Juli 2026.

‎Ia menjelaskan, sebagai bentuk pelayanan kepada pelanggan yang terdampak, PAM JAYA menyiagakan mobil tangki air secara gratis di wilayah yang mengalami gangguan layanan.

‎Dirinya memastikan mobil tangki tersebut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga distribusi air kembali normal.

‎”Selain itu, PAM JAYA juga memasang tandon-tandon kapasitas 5000 liter dan 1000 liter untuk menampung air sementara di beberapa titik di lokasi yang terdampak,” ujarnya.

‎Sebagai bentuk komitmen terhadap pelanggan yang terdampak akibat perawatan IPA Hutan Kota, PAM JAYA juga memberikan kompensasi khusus bagi pelanggan penerima Kartu Air Sehat yang terdampak berupa pengurangan tagihan air pada bulan berjalan sebesar maksimal Rp50.000.

‎Syahrul Hasan mengatakan bahwa penyediaan berbagai layanan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan untuk tetap mengutamakan kenyamanan pelanggan selama pekerjaan perawatan berlangsung.

‎Ia menekankan, perawatan IPA Hutan Kota merupakan langkah penting untuk menjaga keandalan layanan air minum perpipaan dalam jangka panjang.

‎”Selama proses tersebut, kami memastikan pelanggan tetap mendapatkan pelayanan terbaik melalui penyediaan mobil tangki gratis, serta pemberian kompensasi bagi pelanggan terdampak. Kami berharap langkah-langkah ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan PAM JAYA,” ujar Syahrul.

‎Ia menuturkan, PAM JAYA menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama proses perawatan berlangsung.

‎”Perusahaan akan terus mengoptimalkan proses pekerjaan agar distribusi air perpipaan dapat kembali normal secepatnya serta mengimbau pelanggan yang membutuhkan bantuan maupun informasi lebih lanjut untuk menghubungi Call Center PAM JAYA,” katanya. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Grup Band PERAUKERTAS Comeback dengan Single Retrowave Joki Cinta

Jakarta - Grup band PERAUKERTAS resmi memperkenalkan single terbaru...

Tiara Andini Comeback Lewat Ballad Tulang dan Nadi

Jakarta - Setelah menutup era album Edelweiss dan showcase...

CFD Semarakkan HUT ke-81 RI, Wali Kota Wesly Ajak Warga Rawat Semangat Kemerdekaan

PEMATANGSIANTAR, Opsi.id  – Suasana kawasan Lapangan Adam Malik, Kota...

Polisi dan Damkar Padamkan Api yang Membakar Lahan Seluas 2 Hektare di Maros

Maros, OPSI.ID - Kebakaran lahan warga terjadi di Dusun...

Bambang Harimurti Beri Peringatan Keras di DPR: Jangan Sampai RUU Perampasan Aset Jadi Senjata Politik

JAKARTA, Opsi.id  – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset...

Gila! Kue Pernikahan Ini Beratnya 500 Kg, Dibuat 4 Bulan dengan 33.000 Kelopak

JAKARTA, Opsi.id  — Sebuah kue pernikahan raksasa karya pastry...

Monetisasi YouTube Makin Sulit, Syarat Jam Tayang Naik Jadi 8.000 Jam

JAKARTA, Opsi.id  — YouTube memperketat syarat monetisasi bagi kreator...

Berita Terbaru

Popular Categories