Viral di TikTok Dugaan Penggunaan Plat Bodong dan Kebohongan Mangapul Sirait, Kebenaran Disorot Warga

Jakarta – Sebuah unggahan video di media sosial TikTok mendadak viral dan menyita perhatian publik. Dilansir dari akun TikTok @mastariamanurung2, sorotan tajam mengarah kepada Ketua Umum Ormas Perisai Kebenaran Nasional (PKN), Mangapul Sirait, terkait dugaan penggunaan nomor polisi (nopol) palsu serta kesaksian dari para korban.

Dalam video viral yang diunggah oleh akun @mastariamanurung2, terlihat momen saat seorang warga mendatangi kawasan Polda Metro Jaya untuk menyampaikan pengaduan terkait mobil Toyota Agya abu-abu bernomor polisi B 2701 KZT yang diduga menggunakan plat nomor bodong.

“Kami meminta pihak kepolisian, khususnya Dirlantas Polda Metro Jaya, untuk segera mengusut tuntas kendaraan dengan plat nomor ini karena diduga kuat menggunakan plat bodong,” ujar warga tersebut dalam rekaman video yang diunggah akun TikTok @mastariamanurung2 dikutip Minggu, 20 September 2026.

Video unggahan tersebut juga memperlihatkan aksi aksi penahanan dan pengejaran terhadap mobil Agya tersebut di jalan raya.

Saat kendaraan dihentikan, pengemudi terlihat keluar dan warga di lokasi menyebutkan bahwa sosok di dalam mobil tersebut diduga kuat adalah Mangapul Sirait yang berupaya menghindari kejaran warga.

Kesaksian Korban dan Mantan Anggota Ormas

Tidak hanya isu plat nomor palsu, deretan video viral di akun TikTok @mastariamanurung2 tersebut juga menampilkan kesaksian dari sejumlah orang yang mengaku sebagai mantan anggota dan korban dari Ormas PKN.

Mereka secara terbuka membeberkan dugaan modus operandi dan kebohongan yang dilakukan oleh oknum pimpinan ormas tersebut.

“Kami merasa dibohongi dan tertipu dengan modus operandi yang mereka jalankan. Banyak klien yang akhirnya terlantar karena ulah oknum yang mengaku-aku sebagai pengacara padahal tidak jelas keabsahannya,” ungkap salah satu mantan anggota dalam video yang dilansir akun TikTok @mastariamanurung2.

Melalui video yang telah ditonton banyak pengakses media sosial tersebut, para korban mendesak aparat penegak hukum dan pihak berwenang untuk memeriksa legal standing, serta keabsahan izin operasional oknum yang terlibat agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Minggu Malam Gila! Man City, Liverpool, MU hingga Real Madrid Siap Bikin Penggila Bola Begadang

Jakarta, Opsi.id  — Penggila sepak bola sepertinya harus menyiapkan...

Gardu Perlintasan KAI Daop 3 Cirebon Dirusak, Masyarakat Diminta Ikut Menjaga

Cirebon – Upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api tidak...

50 Ibu di Makassar Ikuti Edukasi Tumbuh Kembang Anak di Puskesmas Antang

Makassar, OPSI.ID - Upaya meningkatkan kapasitas orang tua dalam...

Temarram Rilis Album Penuh Perdana Bertajuk Antara Angkara

Jakarta - Unit synthwave/darkwave/post-punk Temarram resmi meluncurkan album penuh...

HAVVA Resmi Debut dengan Single Hawa di Bawah Maspam Company Ltd.

Jakarta - Trio electronic-pop pendatang baru HAVVA secara resmi...

Kiai Gontor Lempar Sindiran soal ‘Cari Muka’ di Depan Prabowo: Singgung Ijazah hingga Jabatan

PONOROGO, Opsi.id  – Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH...

Prabowo Blak-blakan: Demokrasi Bisa Dibeli, Mereka Mau Nyogok Presiden

JAKARTA, Opsi.id  – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan tegas...

Berita Terbaru

Popular Categories