Ia juga memastikan tidak ada intervensi dalam proses pembangunan proyek tersebut.
“Saya pastikan tidak ada sedikit pun bentuk pengaturan atau intervensi dari saya berkaitan dengan proses pembangunan kantor PJR ini,” kata Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta.
Selain berfungsi sebagai kantor pelayanan kepolisian, bangunan tersebut juga dirancang menjadi rest area bagi masyarakat yang melintas di jalur Trans Sulawesi.
Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta mengungkapkan, lokasi pembangunan yang berada di jalur strategis Trans Sulawesi dinilai sangat cocok dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat bagi para pengendara, khususnya sopir.
“Saya ingin bangunan ini menjadi rest area, sehingga masyarakat atau seluruh sopir yang melintas ketika ingin istirahat bisa melakukan istirahatnya di kantor PJR,” ujarnya.
Ia mengatakan nantinya di kawasan tersebut akan dibangun berbagai fasilitas umum seperti musala representatif dan toilet yang layak untuk digunakan masyarakat.
“Jadi masyarakat bisa istirahat, bisa beribadah, dan kami akan buatkan WC yang benar-benar baik dan bagus,” ucap Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta.
Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta berharap keberadaan rest area tersebut juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk membuka peluang usaha kuliner dan tempat istirahat bagi pengguna jalan.
“Apakah masyarakat mau membuat tempat makan di sebelah rest area, nanti mudah-mudahan orang yang istirahat di sini mencari makan di tempat masyarakat sekitar. Jadi membawa manfaat yang lebih besar,” tutupnya. []
Reporter: Eka Musriang


