Manggarai — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menelan korban jiwa.
Berdasarkan data sementara Posko Bencana Pemerintah Kabupaten Manggarai, sebanyak enam orang dilaporkan meninggal dunia. Selain itu, dua warga mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Data korban tersebut merupakan laporan yang dihimpun hingga Sabtu siang, 15 Agustus 2026. Pemerintah daerah masih melakukan pembaruan informasi karena proses pendataan di sejumlah wilayah masih berlangsung.
Enam Korban Meninggal Terdata
Pemerintah Kabupaten Manggarai telah mengidentifikasi enam korban meninggal dunia.
Mereka yakni Stefanus Jedaut dari Karot, Fabian Evita Jas dari Bea Mese, Resny dari Riung Gumbang, serta pasangan suami istri Manus dan Yul dari Wae Mulu.
Satu korban lainnya berasal dari Golo Lanak. Namun, identitas korban tersebut masih belum diketahui.
Sementara itu, dua warga yang mengalami luka juga telah mendapatkan penanganan. Salah satu korban luka berat diketahui bernama Helmina Linda.
Helmina dilaporkan mengalami patah kaki dan saat ini masih menjalani perawatan medis.
Pendataan Dampak Gempa Terus Dilakukan
Pemkab Manggarai masih melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan untuk mengetahui kondisi terbaru pascagempa.
Selain mendata korban, petugas juga melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah, fasilitas umum, serta kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Namun, proses pengumpulan informasi mengalami kendala. Gangguan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah membuat laporan dari lapangan belum seluruhnya diterima oleh posko bencana.
Warga Diminta Waspadai Gempa Susulan
Di tengah proses penanganan, masyarakat diminta tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
Warga juga diimbau untuk menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat guncangan gempa. Selain itu, masyarakat diminta mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Pemkab Manggarai mengingatkan warga agar tidak menyebarkan informasi terkait korban maupun kerusakan yang belum dipastikan kebenarannya.
Pemerintah daerah memastikan penanganan korban luka dan pemantauan kondisi masyarakat menjadi fokus utama setelah gempa magnitudo 7 mengguncang wilayah Flores.[]

