Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Arena Ring Tinju di kolong flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Senin, 18 Mei 2026.
Diketahui, arena ring tinju dibangun melalui swadaya masyarakat dan mulai digunakan sejak Januari 2026. Fasilitas ini berdiri di area seluas 247 meter persegi, dengan arena berukuran 9,5 meter × 9,5 meter, serta kegiatan latihan yang dibina langsung oleh komunitas tinju profesional.
Menurut dia, keberadaan fasilitas olahraga ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengoptimalkan ruang kota.
”Sekaligus menyediakan wadah positif bagi anak muda agar terhindar dari tawuran dan aktivitas yang mengganggu ketertiban lingkungan,” kata Pramono Anung dalam keterangannya dikutip Rabu, 20 Mei 2026.
Pramono mengatakan pemanfaatan kolong flyover sebagai ruang olahraga menunjukkan ruang kota dapat dikelola lebih produktif apabila pemerintah, masyarakat, dan komunitas bergerak bersama.
“Pemanfaatan kawasan kolong Flyover Pasar Rebo merupakan upaya mengoptimalkan ruang kota agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menghadirkan ruang aktivitas yang sehat dan mencegah kegiatan yang berpotensi mengganggu ketenteraman lingkungan,” ujarnya.
Pramono menilai, keberadaan fasilitas olahraga seperti ini terbukti mampu menyalurkan energi anak muda ke arah yang lebih positif.
Ia menyebut, setelah fasilitas tersebut digunakan, maka tawuran di kawasan sekitar mengalami penurunan signifikan.
“Setelah mempunyai tempat ini, hari ini alhamdulillah tawurannya menurun secara drastis. Mudah-mudahan ini memberikan manfaat bagi anak-anak muda di Jakarta Timur agar energinya tersalurkan melalui tempat-tempat seperti ini sehingga lebih produktif, tidak lagi tawuran, mengurangi perkelahian di jalanan, dan mudah-mudahan mereka bisa terlibat dalam menjaga Jakarta,” ujar politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu.
Melihat dampak positif tersebut, Pramono menyampaikan rencana pengembangan fasilitas serupa di wilayah lain, termasuk arena ring tinju dan skatepark di Kampung Melayu.
”Langkah ini juga mempertimbangkan keberhasilan pemanfaatan ruang olahraga di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, dalam membantu menekan potensi tawuran remaja,” ucapnya.
Lebih lanjut Pramono menegaskan, fasilitas tersebut akan dikelola bersama oleh pemerintah dan komunitas setempat, yang diharapkan dapat menjaga fasilitas tetap tertib, terbuka, dan terawasi, sekaligus mencegah praktik pungutan liar.
Ia juga menekankan pentingnya akses gratis bagi masyarakat untuk menggunakan fasilitas olahraga tersebut. Namun, kesejahteraan pelatih tetap perlu diperhatikan agar pembinaan dapat berjalan berkelanjutan dan berkualitas.
Menurut Gubernur Pramono, arena tinju ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berolahraga, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter, sportivitas, solidaritas, dan persaudaraan bagi generasi muda.
“Melalui semangat Jaga Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendukung pengembangan generasi muda melalui fasilitas olahraga, layanan pendidikan, ruang kreatif, serta pembinaan sportivitas guna menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan bebas tawuran,” kata Pramono Anung.
Sementara, pelatih tinju sekaligus warga setempat, Sudirman (54), menyampaikan apresiasi atas hadirnya fasilitas olahraga tersebut.
Menurutnya, arena tinju ini bermanfaat bagi warga, terutama dalam mengurangi potensi tawuran di kawasan Pasar Rebo dan sekitarnya.
“Alhamdulillah, kami berterima kasih banyak. Di sini biasanya sering tawuran. Dengan adanya fasilitas olahraga bela diri tinju ini, tawuran di flyover Pasar Rebo dan sekitarnya jadi berkurang, dan kami pun bisa latihan,” ucap Sudirman. []


