Jakarta - Dua band asal Karawang, Javanese Cat dan People Sweet, kembali membuat gebrakan di skena musik underground dengan merilis single kolaborasi berjudul In Nomine Patris pada 9 Januari 2026.
Kolaborasi ini lahir dari keresahan atas konflik bersenjata yang terjadi di berbagai belahan dunia, mulai dari Ukraina-Rusia, Israel-Iran, Israel-Hamas, hingga Pakistan-India.
Lagu tersebut mencoba menghadirkan sudut pandang rakyat sipil yang merasakan penderitaan akibat perang, sekaligus menyuarakan pesan perdamaian.
Ray Cornell dari Javanese Cat dan Ekal dari People Sweet sepakat menjadikan karya ini sebagai wadah ekspresi kegelisahan, ketakutan, dan kemarahan masyarakat sipil.
Judul In Nomine Patris, yang berarti "Dalam Nama Bapa" dalam bahasa Latin, dipilih setelah Javanese Cat berkonsultasi dengan Romo Ignatius Oktavianus Richard, Pr, pastor Katolik di Paroki St. Maria, Cirebon.
Romo Ignas menilai penggunaan doa Bapa Kami dalam lagu ini sah selama dilakukan dengan niat tulus dan penuh hormat.
Secara musikal, single ini memadukan alternative rock dengan sentuhan heavy metal, post-hardcore, dan grunge. Distorsi mentah ala Seattle, beat kencang, serta perpaduan vokal clean Ray Cornell dan scream Ekal menghadirkan nuansa gelap dan mencekam.
Solo gitar dengan phrygian scale bernuansa Timur Tengah menambah intensitas amarah yang menjadi ciri khas lagu ini.
Sebelumnya, Javanese Cat telah merilis album kedua bertajuk Paripurna, sementara People Sweet dikenal lewat single Parade Ego. Keduanya dianggap sebagai pelopor revolusi baru dalam musik underground Karawang.
Baca juga: Rendy Pandugo Jadi Artis Pembuka di Konser ambiVert Raisa di Surabaya
Baca juga: Marcell Siahaan Kolaborasi Bareng Rima Melati Adams di Single Mulanya Disini
Saat ini, single In Nomine Patris milik Javanese Cat dan People Sweet sudah tersedia di berbagai platform digital streaming. []