Penerima Vaksin Cenderung Tak Alami Long Covid

Jakarta – Sebuah riset oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris Raya (UKHSA) menemukan bahwa orang-orang yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis lengkap atau dua suntikan cenderung tidak mengalami gejala Covid-19 berkepanjangan atau long Covid setelah terinfeksi virus corona.

Penelitian itu menilik 15 studi nasional dan internasional mengenai dampak long Covid. Delapan studi melihat efek vaksinasi yang dilakukan sebelum terjadi penularan, menemukan bahwa penerima vaksin lebih kecil kemungkinannya mengalami gejala long Covid dibanding orang-orang yang belum divaksin.

“Riset-riset ini menambah potensi manfaat menerima vaksin Covid-19 lengkap. Vaksinasi merupakan cara terbaik untuk melindungi diri sendiri dari gejala parah ketika terinfeksi dan mungkin juga membantu mengurangi dampak jangka panjang,” kata ketua vaksinasi UKHSA Mary Ramsay lewat pernyataan dikutip dari Anadolu, Rabu, 16 Februari 2022.

“Bagi sebagian besar orang, gejala long Covid berlangsung singkat dan sembuh seiring berjalannya waktu. Namun, bagi sejumlah orang gejala tersebut bisa menjadi lebih parah dan mengganggu kehidupan sehari-hari mereka. Apabila Anda mengalami gejala yang tak biasa, terutama selama lebih dari empat pekan setelah infeksi, Anda harus berpikir untuk menghubungi dokter,” ujar Ramsay lagi.

Riset-riset itu membandingkan gejala long Covid sebelum dan sesudah vaksinasi. Dari situ ditemukan bahwa gejala penerima vaksin yang terpapar virus membaik ketimbang kondisi memburuk yang dialami orang-orang yang tidak divaksin.

Layanan Kesehatan Nasional (NHS) menyebutkan studi tersebut menjadi pengingat penting tentang kekuatan dan manfaat vaksin dalam mencegah virus dan mencegah layanan kesehatan kewalahan akibat lonjakan dan gelombang pandemi sebelum peluncuran vaksin.

“Dengan lebih dari 10.000 pasien Covid-19 rawat inap, riset ini menjadi pengingat yang pas sekaligus penting bahwa vaksin tetap menjadi perlindungan terbaik kita dalam melawan virus, mengurangi potensi penyakit parah dan efek long Covid,” kata direktur medis NHS Stephen Powis.

“Program vaksin NHS telah membantu mencegah 100.000 lebih pasien rawat inap sejak pertengahan Desember saja, dan jadi NHS sudah jelas, ketika memenuhi syarat dapatkan vaksin Anda segera,” ujar Powis melanjutkan. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

M3TIN Rilis Single Arah Pulang, Perluas Eksistensi Musik Lintas Bahasa

Jakarta - Label rekaman M3TIN Records secara resmi meluncurkan...

Rayakan 50 Tahun Berkarya, U2 Bakal RIlis Album Carnaval De Luz

Jakarta - Kabar bahagia bagi para pencinta musik rock...

Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah

Jakarta - Panitia Khusus Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan...

Aziz Hedra Ajak Kenang Mimpi Masa Kecil Lewat Single Backseat

Jakarta - Penyanyi sekaligus penulis lagu berprestasi peraih penghargaan...

Indonesia vs Thailand Berakhir Dramatis, Garuda Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Jakarta, OPSI.ID - Timnas Indonesia keluar sebagai juara FIFA...

BGN Minta Kepala Daerah Turun Langsung Awasi Dapur MBG

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) meminta pemerintah daerah...

18 Pelajar Terlibat Geng Motor Tewaskan 1 Orang Ditangkap, 5 Pelaku Utama Diburu Polisi

OPSI.ID, Makassar - Personel gabungan dari Resmob Polda Sulsel,...

Berita Terbaru

Popular Categories