Jakarta - Viral di media sosial, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman selaku Ketua Umum Panitia Natal Nasional Tahun 2025, menyumbang Rp 11 miliar untuk rakyat Palestina.
Dalam sesi ibadah dan rapat Panitia Natal Nasional pada Minggu, 16 November 2025, Maruarar yang akrab disapa Ara memimpin pengumpulan dana yang disebutnya sebagai aksi kemanusiaan bagi Palestina.
Dalam aksi pengumpulan dana itu, total terkumpul mencapai lebih dari Rp 27 miliar. Ara sendiri menyumbang Rp 11 miliar. Ikut juga pengusaha James Riyadi menyumbang Rp 10 miliar.
Aksi itu kemudian memicu reaksi beragam dari publik, terutama netizen. Banyak yang menilai aksi tersebut berlebihan sementara masih banyak warga Indonesia membutuhkan uluran bantuan seperti Papua.
Nantinya, dana itu akan diserahkan saat Perayaan Natal Nasional 2025 pada Senin, 5 Januari 2026 di Stadion Tenis Indoor Senayan, Jakarta.
Dana yang terkumpul akan diserahkan langsung kepada Duta Besar Palestina yang diundang secara khusus dalam acara tersebut.
Ara mengingatkan, bahwa perayaan tahun ini mengusung misi kemanusiaan yang kuat.
Hal itu terinspirasi dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperjuangkan perdamaian dan bantuan bagi rakyat Palestina.
“Kita melihat isunya itu soal kemanusiaan. Umat Kristen di Indonesia, umat Kristiani di Indonesia mendukung langkah-langkah Bapak Presiden begitu gigih memperjuangkan itu, dan kita juga ingin memberikan persembahan yang dikumpulkan pada saat Natal itu untuk perjuangan kemanusiaan bagi rakyat Palestina,” kata Ara.
Melihat besarnya sumbangan pribadi Ara, yakni Rp 11 miliar membuat banyak orang kagum.
Lalu sebesar apakah kekayaan dari putra politisi Sabam Sirait tersebut?
Dilihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di laman kpk.go.id, Ara melaporkan harta kekayaannya pada 20 Oktober 2024, yakni di awal menjabat menteri pemerintahan Prabowo-Gibran.
Tercatat LHKPN Ara sebesar Rp.1.554.031.909.656. Terdiri dari Tanah dan Bangunan sebesar Rp 393.261.530.000.
Alat transportasi dan mesin sebesar Rp 7.652.701.000, Harta bergerak lainnya Rp 33.919.457.123.
Surat berharga Rp 900.223.551.910, Kas dan setara kas Rp 65.555.580.924, Harta lainnya Rp 163.211.238.714, sehingga sub total Rp 1.563.824.059.671.
Ara juga tercatat memiliki hutang sebesar Rp 9.792.150.015. []