News Selasa, 03 Februari 2026 | 16:02

Awal 2026, 37 Bencana Alam di Indonesia Tewaskan 50 Orang dan Dampak 145 Ribu Jiwa

Lihat Foto Awal 2026, 37 Bencana Alam di Indonesia Tewaskan 50 Orang dan Dampak 145 Ribu Jiwa Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo. (Foto:Istimewa)

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat telah terjadi 37 titik kejadian bencana alam di berbagai wilayah Indonesia pada awal tahun 2026.

Bencana-bencana tersebut telah berdampak pada ratusan ribu jiwa dan menimbulkan kerugian material yang signifikan.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo mengungkapkan data tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 3 Februari 2026. 

"Kemensos di awal tahun 2026 ini sampai tanggal 1 Februari kemarin, kita mencatat ada 37 titik kejadian bencana alam yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Agus Jabo dalam pemaparannya.

Bencana-bencana itu tersebar di 16 provinsi dan 36 kabupaten/kota. Jenis bencana yang paling dominan adalah banjir dengan berbagai variasinya.

Rinciannya adalah banjir biasa berdampak pada 110.509 jiwa, banjir bandang (5.234 jiwa), banjir bandang disertai tanah longsor (380 jiwa), serta banjir dan tanah longsor (19.656 jiwa). Selain itu, tercatat juga bencana tanah longsor (113 jiwa), tanah longsor disertai angin puting beliung (1.485 jiwa), dan kebakaran (11 jiwa).

"Dampak dari bencana Januari 2026, itu meninggal yang sudah terdata ada sekitar 50 jiwa, kemudian yang terluka ada 109 jiwa, sedangkan korban terdampak ada 145.538 jiwa," jelas Agus Jabo.

Dari sisi kerusakan infrastruktur, sebanyak 26.207 unit rumah terdampak bencana. Untuk penanganan darurat, pemerintah telah mengucurkan bantuan senilai total Rp 13.759.508.626 selama bulan Januari 2026.

Data ini menegaskan tingginya kerentanan Indonesia terhadap bencana alam di awal tahun dan pentingnya penanganan serta kesiapsiagaan yang komprehensif di semua tingkatan.[] 

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya