Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) melaporkan keberhasilan signifikan dalam pemberantasan peredaran gelap narkoba sepanjang tahun 2025.
Badan tersebut berhasil mengungkap 773 kasus tindak pidana narkotika dan psikotropika, serta membongkar 63 jaringan sindikat peredaran terorganisir.
"Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan koordinasi seluruh jajaran," ujar Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Dari total sindikat yang digulung, 56 di antaranya merupakan jaringan nasional dan 7 lainnya merupakan jaringan sindikat narkoba internasional. Operasi tersebut juga berhasil menangkap 1.214 orang sebagai tersangka.
Tidak hanya penangkapan, BNN juga menyita barang bukti narkotika dalam jumlah sangat besar. Barang bukti yang diamankan antara lain 4,01 ton sabu, 2,19 ton ganja, 2,06 ton ganja sintetis, 365 ribu butir pil ekstasi, 4,7 kilogram kokain, dan 1,2 ton ketamin.
Di sisi pemberantasan produksi, BNN melaporkan telah memusnahkan 12,78 hektare ladang ganja dalam 14 operasi terpisah. Berat tanaman ganja basah yang dimusnahkan mencapai 109,8 ton atau setara dengan 224.500 batang.[]