Singgahi PSF Pancoran, Iwan Fals Lempar Gagasan Agar PSSI Gelar Liga Tarkam

Jakarta – Kehadiran musisi legendaris tanah air, Virgiawan Listianto, atau yang akrab disapa Iwan Fals, di Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta, memberikan angin segar sekaligus diskursus mendalam mengenai masa depan pembinaan sepak bola di Indonesia.

Di sela-sela kegiatannya memantau bergulirnya kompetisi usia muda Liga Jakarta U-15 dan U-16 musim 2026, pelantun tembang-tembang legendaris ini melontarkan pandangan kritis sekaligus gagasan strategis yang ditujukan langsung kepada Persatuan Seluruh Sepak Bola Indonesia (PSSI).

Didampingi oleh operator liga, mBah Coco, Iwan menyoroti realitas kultural yang sudah lama mendarah daging di tengah masyarakat Indonesia: sepak bola antarkampung atau yang populer disebut tarkam.

Alih-alih dipandang sebelah mata, Iwan justru menilai kultur tarkam harus diangkat dan diintegrasikan sebagai landasan filosofis pembinaan sepak bola nasional yang dikelola secara profesional dan modern.

Menurut Iwan, kekuatan utama dari budaya tarkam terletak pada keterlibatan langsung elemen masyarakat dan keluarga secara organik. Jika PSSI mampu mengelola kompetisi tarkam secara terstruktur mulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan, hingga provinsi, maka ekosistem olahraga yang mandiri akan terbentuk dengan sendirinya.

“Ada ekosistem yang langsung dibangun, jika dilakukan Liga Tarkam. Semua unsur keluarga ikut langsung terlibat. Ada Liga Anak, ada Liga Remaja, dan Liga Orang Desawa,” tutur Iwan Fals.

Lebih dari sekadar pertandingan di atas lapangan hijau, ia memvisualisasikan bagaimana sebuah turnamen tarkam yang dikelola modern dapat menggerakkan sektor-sektor pendukung kehidupan masyarakat.

Warga desa, misalnya, dapat saling bergotong royong mulai dari aspek pemenuhan gizi, menjaga disiplin kesehatan, hingga membangun mentalitas positif para atlet muda.

“Bahkan, semua warga saling gotong royong, ada yang bermain bola, atau semua cabang olahraga, dan ada yang membidani masalah disiplin mental, disiplin gizi, dan disiplin kesehatan, menjadi saling tumbuh membantu,” lanjutnya.

Di sisi lain, Iwan juga menyampaikan kritik satir namun konstruktif terkait sorotan publik terhadap sepak bola tanah air. Ia membandingkan situasi di Indonesia dengan negara-negara dengan tradisi sepak bola yang mapan, di mana para pemain bintang selalu menjadi ikon utama di mata masyarakat.

“Di Indonesia, yang terkenal bukan pemainnya, tapi ketua umumnya, aneh bin ajaib?” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Iwan turut mempertanyakan efektivitas orientasi pembinaan jangka panjang yang dijalankan federasi saat ini. Ia menyoroti minimnya representasi pemain muda dari wilayah Indonesia Timur, seperti Papua dan Maluku, di dalam skuad kelompok umur tim nasional.

Refleksi ini membawanya pada pertanyaan klasik yang terus berulang dari era kepemimpinan nasional masa lalu hingga masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: mengapa dengan jumlah penduduk mencapai ratusan juta jiwa, Indonesia masih kerap kesulitan melahirkan skuad tim nasional yang tangguh secara konsisten?

Sebagai perbandingan, ia menunjuk negara dengan populasi kecil seperti Tanjung Verde (Cape Verde) yang mampu menembus putaran final Piala Dunia FIFA 2026.

Menanggapi fenomena tersebut, Iwan menilai bahwa PSSI saat ini cenderung mengambil jalan pintas dengan mengandalkan naturalisasi pemain keturunan ketimbang membangun fondasi pembinaan domestik yang kokoh dan berkelanjutan.

“Makanya, jika semua penduduk Indonesia, yang punya budaya akut, yaitu bola tarkam digalakkan sampai ke ujung desa, sepertinya ekosistem sepakbola modern bisa tercapai. Saat ini, PSSI hanya doyan ngurus pemain bule, tapi tak mengenal budaya bola Indonesia,” tegasnya.

Ia menyarankan agar federasi tidak melupakan akar identitas sepak bola bangsa, melainkan mengadopsi sistem pembinaan terstruktur ala negara-negara maju yang disesuaikan dengan karakter lokal.

Gagasan besar Liga Tarkam yang diusung Iwan Fals juga menyentuh aspek kemandirian ekonomi kerakyatan berbasis pedesaan. Ia memaparkan bahwa rantai pasok kebutuhan nutrisi atlet dapat dipenuhi langsung oleh warga desa melalui sektor pertanian tanaman bergizi serta peternakan lokal.

Selain itu, ia mendesak agar para pengambil kebijakan di level tertinggi tidak hanya memantau perkembangan dari balik meja kerja yang nyaman, melainkan turun langsung ke akar rumput guna merasakan denyut nadi pembinaan yang sebenarnya.

“Pelatih, wasit, dan pengurus PSSI jangan hanya duduk-duduk di ruangan berAC. Mereka bisa disubsidi negara dan pemerintah, untuk bisa turun ke desa-desa, agar merasa memiliki sepakbola, bergaya tarkam. Itulah sejatinya filosofi sepakbola Indonesia,” tegasnya.

Menjelang peringatan satu abad Sumpah Pemuda pada tahun 2028 mendatang, Iwan menutup pandangannya dengan pesan reflektif kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, beserta jajarannya agar mampu meninggalkan warisan (legacy) yang substansial bagi bangsa, serta menjaga independensi sepak bola dari intervensi kepentingan politik praktis.

Rangkaian kunjungan sang musisi legendaris di PSF Pancoran tersebut ditutup dengan pengamatan langsung terhadap sesi latihan akademi sepak bola internasional, memberikan kontemplasi nyata mengenai standar pengelolaan usia dini di tanah air. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Bondan Prakoso & Fade2Black Hadirkan Terobosan Lewat AI Music Film PRAFASA

Jakarta - Lanskap industri kreatif tanah air kembali dikejutkan...

Maknai Dua Dekade Perjalanan, Ten2Five Rilis Single Happy Song

Jakarta - Menjaga eksistensi dan konsistensi di dalam industri...

Kementerian PKP: Sampai 15 Oktober, Pembangunan dan Peningkatan Kualitas Rumah Capai 1.790.081 Unit

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar...

Jokowi Hadir Tanpa Pidato di Rakorda PSI Bogor, Kader Disebut Tetap Bersemangat

BOGOR, Opsi.id – Kehadiran Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko...

Aguero Menepi hingga 3 Laga, PSM dapat Kabar Baik soal Dušan Lagator

Lampung, OPSI.ID - PSM Makassar dipastikan tidak diperkuat Sergio...

Stefan Jevtoski Ungkap Kunci PSM Makassar untuk Taklukkan Bhayangkara FC

Lampung, OPSI.ID - Gelandang PSM Makassar, Stefan Jevtoski, menegaskan...

PSM Makassar Bidik Rekor Bhayangkara FC, Darije Wanti-wanti soal Kartu Merah

Lampung, OPSI.ID - PSM Makassar terus menyiapkan persiapan menjelang...

Pdt Lindu Tambunan Resmi Dilantik Jadi Bishop HKIP Periode 2026-2031

PEMATANGSIANTAR, Opsi.id – Pdt Lindu Tambunan STh MM resmi...

Berita Terbaru

Popular Categories