PEMATANGSIANTAR, Opsi.id – Sinode ke-15 Huria Kristen Indonesia Protestan (HKIP) resmi dibuka dalam suasana khidmat dan penuh sukacita di Gereja HKIP Agape, Jalan Pisang, Kota Pematangsiantar, Kamis (22/10/2026).
Forum tertinggi pengambilan keputusan organisasi gereja tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
Rangkaian kegiatan akan berakhir dengan pelantikan Pimpinan Pusat HKIP periode 2026–2031.
Ketua Panitia Sinode, Pdt. Tarida Siregar, S.Th., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan, sinode menjadi momentum penting untuk memperbarui komitmen pelayanan gereja.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dan ketulusan hati semua pihak. Kiranya sinode ini membawa gereja semakin dekat pada kehendak Tuhan dan menjadi berkat bagi seluruh jemaat HKIP,” ujar Pdt. Tarida.
Sementara itu, Bishop HKIP, Pdt. Lindu Tambunan, S.Th., M.M., mengingatkan bahwa sinode bukan sekadar forum pemilihan pemimpin atau pergantian kepengurusan.
Lebih dari itu, sinode merupakan ruang refleksi spiritual bersama untuk menentukan arah pelayanan gereja ke depan.
Baca juga: PGI Kecam Penyegelan Gereja POUK Tesalonika Tangerang
“Sinode ini bukan hanya forum memilih pemimpin, tetapi kesempatan bersama untuk mendengar kehendak Tuhan demi pertumbuhan HKIP yang kita cintai,” tegas Bishop Lindu dalam sambutannya.
Ia menambahkan, meskipun para peserta berasal dari berbagai wilayah dan resort, seluruhnya memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun masa depan HKIP yang lebih solid.
Sinode ke-15 HKIP tahun ini mengusung tema “Hendaklah Kamu Sehati Sepikir, dalam Satu Kasih, Satu Jiwa, dan Satu Tujuan” yang diambil dari Filipi 2:2.
Tema tersebut diperkuat dengan subtema yang menekankan panggilan untuk menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, serta hidup dalam kerendahan hati agar HKIP dapat menjadi berkat di mana pun berada.
Dalam arahannya, Bishop Lindu juga menekankan pentingnya menghasilkan resolusi yang berdampak nyata bagi jemaat dan masyarakat luas, bukan sekadar dokumen formalitas.
“Sinode ini harus menjadi momentum mengevaluasi pelayanan yang telah dilalui dan merancang pelayanan yang efektif serta relevan dengan kebutuhan zaman. Hasil sinode jangan hanya di atas kertas, tetapi kita harus bersedia menjadi bagian dari perubahan tersebut,” ujarnya.
Mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Luksen Jems Mayor, S.Sos., M.A.P., menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh warga HKIP atas terselenggaranya persidangan sinode tersebut.
Baca juga: Jokowi Tinjau Gereja Rusak Akibat Gempa NTT, Pastor: Kehadiran Penuh Kasih
Ia berharap seluruh rangkaian persidangan berjalan tertib dan khidmat serta menghasilkan keputusan yang memperkuat pelayanan gereja, meningkatkan kualitas kehidupan umat, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Kiranya seluruh rangkaian persidangan ini berlangsung dengan tertib, penuh khidmat dan menghasilkan keputusan-keputusan yang memperkuat pelayanan gereja, meningkatkan kualitas kehidupan umat, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara,” kata Luksen.
Pembukaan Sinode ke-15 HKIP turut dihadiri perwakilan Gubernur Sumatera Utara, perwakilan Wali Kota Pematangsiantar, perwakilan Kapolres Pematangsiantar, perwakilan Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, perwakilan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), pimpinan gereja-gereja tetangga, serta undangan lainnya. []

