Jakarta – Girl group Indonesia StarBe kembali mencuri perhatian dengan rilisan terbaru mereka berjudul “Could Be Us”.
Setelah sebelumnya sukses lewat single penuh energi “Inferno”, kali ini StarBe menghadirkan warna musik Urban Pop/R&B yang lebih easy listening, sekaligus memperkenalkan kolaborasi internasional bersama penyanyi, penulis lagu, dan produser asal Amerika Serikat berdarah Zimbabwe, Bloodlyne.
Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi StarBe yang beranggotakan Annabelle Sanjaya (Abel), Shella Fernanda (Shella), Kezia Lizina (Kezia), dan Chelsea Van Meijr (Chelsea).
Dikenal dengan musikalitas dinamis dan kedekatan mereka dengan generasi muda, keempat member kembali menunjukkan perkembangan artistik melalui lagu yang memadukan kisah emosional dengan sentuhan pop global modern.
Awalnya lagu “Could Be Us” ditulis oleh Bloodlyne untuk proyek solonya. Namun, ia merasa pesan dan karakter lagu tersebut akan lebih kuat jika dibawakan oleh StarBe. Proses kreatif pun berlangsung natural dan cepat, dimulai pada Februari 2026 dan rampung pada April 2026.
Bloodlyne tidak hanya berperan sebagai pencipta lagu, tetapi juga tampil sebagai featured artist dengan vokal khas dan bagian rap yang memperkaya dinamika lagu.
Lagu ini mengisahkan tentang seseorang yang mendambakan hubungan tulus dan penuh komitmen, namun harus menghadapi pasangan yang masih menganggap hubungan sebagai permainan.
Lagu “Could Be Us” menggambarkan pergulatan emosi antara harapan dan kekecewaan, sekaligus menekankan bahwa hubungan sehat hanya bisa dibangun lewat kejujuran, komitmen, usaha bersama, dan kemauan untuk bertumbuh.
Secara musikal, lagu “Could Be Us” dibalut melodi asik, hook yang mudah diingat, groove R&B yang mengajak bergoyang, serta lirik yang relevan dengan kehidupan banyak orang.
Chemistry antara StarBe dan Bloodlyne terasa kuat sepanjang lagu, menghadirkan dialog dinamis dari sudut pandang perempuan dan laki-laki. Perpaduan ini menghasilkan karya pop modern yang intim, autentik, dan mudah diterima lintas generasi maupun budaya.
Single ini juga menjadi bagian dari album studio kedua StarBe yang dijadwalkan rilis pada awal 2027. Kolaborasi dengan Bloodlyne mencerminkan visi internasional yang terus berkembang, dengan rencana rilisan lain di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Melalui musik, keduanya berupaya memperluas jangkauan ke pasar global sekaligus membangun koneksi lintas budaya.
Di tengah kebangkitan industri girl group Indonesia, StarBe tetap konsisten menghadirkan karya berkualitas dan eksplorasi kreatif.
Single “Could Be Us”” menjadi bukti nyata mengapa mereka layak diperhitungkan sebagai salah satu girl group paling menjanjikan dengan potensi menembus pasar regional maupun internasional. []


