Pendekatan tersebut dinilai penting karena guru tidak hanya ikut menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing peserta didik untuk berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, memecahkan masalah, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Perwakilan YPAN, Fais Bayu Wicaksono, menjelaskan bahwa pendekatan STEM mendorong peserta mengajarkan menghubungkan berbagai bidang ilmu untuk memahami fenomena dan menyelesaikan permasalahan nyata.
“Pendekatan STEM mendorong peserta didik untuk menghubungkan berbagai bidang ilmu dalam memahami fenomena dan menyelesaikan permasalahan nyata,” ujar Fais.
Ia menambahkan, kemampuan matematika dan numerasi menjadi fondasi penting bagi peserta didik dalam memahami informasi, mengolah data, menggunakan penalaran, hingga mengambil keputusan secara tepat.
“Kemampuan matematika dan numerasi menjadi dasar penting bagi peserta didik untuk memahami informasi, mengolah data, menggunakan penalaran, serta mengambil keputusan secara tepat,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, dirancang pelatihan melalui penyampaian materi, diskusi, praktik, dan refleksi pembelajaran.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga membantu guru menyusun rencana pembelajaran yang dapat diterapkan langsung di sekolah.
Fais mengatakan, peserta diharapkan mendapatkan pengalaman belajar yang menyeluruh, mulai dari memahami konsep, merencanakan pembelajaran, menanamkan gagasan, hingga menyampaikan hasilnya.
“Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kami berharap peserta memperoleh pengalaman belajar yang utuh, mulai dari memahami konsep, merencanakan pembelajaran, menanamkan gagasan, hingga menghasilkan hasil. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menghasilkan bekal yang konkret bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” jelasnya.
Menurut Fais, keberhasilan pelatihan tidak semata-mata diukur dari tuntasnya seluruh materi yang diberikan.
Hal yang lebih penting adalah tumbuhnya pemahaman dan keterampilan guru yang dapat diterapkan secara nyata di ruang kelas.
“Rancangan pembelajaran yang dihasilkan, praktik yang dilakukan, serta refleksi selama kegiatan yang diharapkan menjadi pijakan awal bagi perbaikan proses pembelajaran matematika dan numerasi di Kabupaten Sidenreng Rappang,” tuturnya.
Sinergi antara YPAN, APKASI, Pemerintah Kabupaten Sidrap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, satuan pendidikan, serta para guru menjadi faktor penting dalam keinginan program ini.
Melalui kolaborasi tersebut, kompetensi yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara konsisten, dikembangkan menjadi praktik pembelajaran yang baik, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan serta kemampuan peserta didik di Kabupaten Sidenreng Rappang. []


