Unit Alternatif dari Timur Jakarta, Kukudabukon Rilis Single Menerka Sampai Mati

Jakarta – Unit alternatif asal Jakarta Timur, Kukudabukon, kembali menorehkan jejak kreatif dengan merilis single terbaru berjudul Menerka Sampai Mati. Lagu ini menjadi penutup rangkaian single menuju album penuh perdana mereka yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat.

Karya terbaru ini memperlihatkan konsistensi Kukudabukon dalam menghadirkan narasi kontemplatif yang kuat.

Setelah sebelumnya menyinggung isu eksternal seperti pelanggaran HAM lewat Memoar Tak Tercatat dan mengulik dampak tekanan eksternal terhadap diri di Siasat Merengkuh Tubuh, kali ini mereka membawa pendengar ke ranah yang lebih personal.

Menggambarkan Kelelahan Batin

Single Menerka Sampai Mati menggambarkan kelelahan batin akibat siklus terkanan yang tak pernah menemukan jawaban, dengan lirik yang lugas sekaligus menyayat. Potongan seperti “Kubutuh tertidur” namun “Terus terbangun” serta imagery “Pendar cahaya tajam mencongkel mataku” menjadi representasi nyata dari rasa letih yang berulang.

Secara musikal, Kukudabukon menghadirkan atmosfer yang intim sekaligus menghantui. Vokal lirih Aldi membawa pendengar masuk ke dalam kedalaman lirik. Sementara vokal perempuan yang menyuarakan “Aku menerka sampai mati” sesekali berbenturan dengan vokal utama. Menciptakan kontras emosional yang memperkuat nuansa depresif.

Strum gitar bernuansa laidback berpadu dengan hentakan drum bergema besar yang konstan, menghasilkan irama yang tidak monoton.

Suntikan synth dan pola drum yang semakin intens di bagian akhir menambah lapisan dramatis, menghadirkan nuansa akhir dunia yang mengingatkan pada atmosfer musik Tame Impala satu dekade lalu.

Formasi Kukudabukon terdiri dari Aldiansyah Azura atau Lele pada vokal, Abdul Latif R.F. atau Sitokosis pada lead guitar, Fahmiologi pada rhythm guitar, Yo pada bass guitar, dan Eso pada drum. Chemistry antar anggota terasa solid, dengan setiap instrumen memberi kontribusi yang memperkuat karakter musik mereka.

Single Menerka Sampai Mati menjadi bukti bahwa Kukudabukon mampu menghadirkan karya yang relevan, emosional, dan berani bereksperimen. Menjadikannya soundtrack yang tepat untuk menggambarkan kiamat diri dalam bentuk slowdance.

Dengan rilisnya single ini, Kukudabukon semakin menegaskan eksistensi mereka di kancah musik alternatif Indonesia. Album penuh perdana yang akan hadir pada April mendatang menjadi salah satu rilisan yang paling ditunggu. Terutama oleh para pendengar yang telah mengikuti perjalanan mereka sejak awal.

Lagu Menerka Sampai Mati bukan hanya sekadar penutup rangkaian single. Tetapi juga pintu masuk menuju eksplorasi lebih luas yang akan ditawarkan dalam album debut mereka. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Blak-blakan ke Rektor ITPLN, AESI Optimistis PLTS 40 GWp Tercapai dalam Dua Tahun

Jakarta — Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) optimistis pengembangan...

Ayu Ting Ting Goyang Bareng Shabrina Leanor, Bilqis dan Ayah Ojak di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Panggung festival musik lintas genre Synchronize Fest...

Hadir di Synchronize Fest 2026, Kangen Band Hadirkan Nuansa Nostalgia dan Haru

Jakarta - Festival musik tahunan Synchronize Fest 2026 kembali...

Direktur PLN IP Ungkap Rahasia Sukses Berkompetisi di Industri Energi

Jakarta - PLN Indonesia Power (PLN IP) mengungkap potensi...

Vierratale Gandeng Kaka dan Bimbim Slank Manggung di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Perhelatan festival musik lintas genre Synchronize Fest...

Proyeksi Ekonomi Indonesia dan Kewaspadaan Masyarakat di Tanah Papua Menjelang Akhir Tahun 2026

Seorang pakar feng shui ikut memperingatkan rakyat Indonesia terkait...

ISEF 2026 Catat Kesepakatan Rp27,43 Triliun, Pembiayaan Syariah Digenjot

Jakarta – Penguatan akses pembiayaan syariah menjadi salah satu...

Berita Terbaru

Popular Categories