Perjalanan Panjang Seorang Jorji
Gregoria lahir di Wonogiri, Jawa Tengah, pada 11 Agustus 1999. Awalnya ia mendalami karate, namun ayahnya melihat bakat besar di bulu tangkis.
Terinspirasi oleh permainan Taufik Hidayat, Gregoria memantapkan diri di lapangan bulu tangkis dan mengawali karier bersama PB Mutiara Cardinal Bandung sebelum akhirnya dipanggil masuk Pelatnas Cipayung pada 2013.
2014–2016: Merintis dari Junior
Pada 2014, ia meraih posisi runner-up di Malaysia International Challenge — langkah awal yang menandai kiprahnya di kancah internasional.
Setahun kemudian, Gregoria menjuarai Singapore International Series dan Indonesia International Challenge.
2017: Tahun Emas
Puncak karier juniornya datang di kandang sendiri.
Gregoria menjuarai Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017 di Yogyakarta, mengalahkan pemain Tiongkok Han Yue dengan skor 21-13, 13-21, 24-22.
BACA JUGA: BWF Resmi Setujui Sistem Skor 15 x 3, Berlaku Mulai Januari 2027
Kemenangan itu mengobati penantian Indonesia selama 25 tahun yang gagal meraih gelar di ajang junior dunia. Di tahun yang sama, ia juga meraih perunggu di SEA Games Kuala Lumpur.
2018–2019: Menembus Elite Dunia
Gregoria menjuarai Finland Open 2018 dan aktif memperkuat Indonesia di Piala Uber.
Pada 2019, ia menembus peringkat 1 nasional dan 15 dunia — membawa harapan besar sebagai penerus era Susi Susanti di tunggal putri Indonesia.
2023: Mengakhiri Paceklik Gelar
Setelah lima tahun tanpa gelar, Gregoria membuktikan kelasnya kembali dengan menjuarai Madrid Spain Masters 2023.
2024: Puncak yang Sempurna
Di Olimpiade Paris 2024, Gregoria meraih medali perunggu. Mengakhiri penantian 16 tahun Indonesia tanpa medali bulu tangkis tunggal putri di Olimpiade sejak Maria Kristin di Beijing 2008.
Ia sekaligus menjadi atlet pertama yang menyumbang medali bagi Indonesia di Paris. Setelah Paris, namanya bahkan sempat menembus peringkat 6 dunia.
Kini, di usia 26 tahun, Gregoria menutup babak Pelatnasnya bukan di atas podium. Tapi dengan kepala tegak, setelah 12 tahun memberikan segalanya untuk Merah Putih.
Tubuhnya meminta istirahat. Dan untuk kali ini, ia memilih mendengarkan. []


