Jokowi: Pers Punya Tugas Besar Sukseskan Presidensi G20

Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan, pers memiliki tugas besar dalam menyukseskan agenda Presidensi G20 yang kini diemban Indonesia.

“Tahun 2022 saat mata dunia tertuju pada Indonesia, pers punya tugas besar untuk menyukseskan agenda-agenda penting tersebut, manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan berharga yang kita miliki,” kata Presiden Jokowi saat berpidato di Hari Pers Nasional dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 9 Februari 2022.

Presiden meminta agar pers dapat memanfaatkan Presidensi G20 sebagai momentum untuk menyebarluaskan kabar baik, serta menunjukkan ketangguhan, kekompakan, persatuan, dan solidaritas bangsa Indonesia saat menghadapi pandemi Covid-19.

Baca juga: Jokowi Ingatkan Pers Tidak Terjebak Pragmatisme yang Menggerus Integritas

Presiden Jokowi juga menekankan bahwa komitmen Indonesia dalam melakukan transformasi energi dan digital akan diangkat dalam Presidensi G20 tahun ini.

Pada transformasi energi, Indonesia berupaya untuk beralih dari energi fosil menjadi energi baru dan terbarukan dengan sumber daya panas bumi (geothermal), angin, solar panel, biofuel, arus bawah laut, dan energi hidro.

“Ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menggerakkan ekonomi hijau yang akan berkontribusi pada persoalan penyelesaian lingkungan di tingkat global,” kata Presiden Jokowi.

Baca juga: Jokowi Minta Penataan Ekosistem Industri Pers

Sementara pada transformasi digital, penguatan nilai tambah dikembangkan pada 8,4 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang didorong untuk naik kelas dan bergabung dalam platform digital. Jumlah UMKM yang masuk pada ekosistem digital juga akan terus bertambah, sehingga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

Adapun terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah G20 telah menorehkan sejarah baru. Sejak G20 dibentuk tahun 1999, Indonesia pertama kalinya ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum kerja sama multilateral itu.

Melalui tema utama “Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia juga mengajak seluruh negara dunia untuk bahu-membahu pulih bersama, serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Aston Villa Buka Peluang Enam Wakil Premier League di Liga Champions

Jakarta, Opsi.id - Keberhasilan Aston Villa menjuarai UEFA Europa...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

PSI Ungkap Alasan Jokowi Pilih Lampung, NTT, dan Jawa Barat untuk Safari Politik

JAKARTA, Opsi.id  – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengungkap alasan...

Jennifer Lopez Kembali dengan Kisah Cinta Baru, Office Romance Tayang 5 Juni

JAKARTA, Opsi.id  – Platform streaming Netflix kembali menghadirkan film...

Dino Patti Djalal Minta Prabowo Kurangi Kunjungan Luar Negeri

JAKARTA, Opsi.id  – Diplomat senior Indonesia, Dino Patti Djalal,...

Daftar Skuad Piala Dunia 2026 Mulai Bermunculan, Grup B Ini Selengkapnya 

JAKARTA, Opsi.id  – Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 pada...

Ancelotti Tak Menyesal Panggil Neymar yang Cedera 

RIO DE JANEIRO, Opsi.id – Pelatih Timnas Brasil, Carlo...

Lagu Indonesia Timur Makin Mendominasi Spotify, Dosen UPRI Ungkap Rahasianya

Makassar, OPSI.ID - Kehadiran platform musik digital seperti Spotify...

Mohamed Salah Pimpin Skuad Mesir untuk Piala Dunia 2026

KAIRO, Opsi.id  – Tim Nasional Mesir resmi mengumumkan daftar...

Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di Nisel Terkendala, Kades Belum Teken Dokumen

NIAS SELATAN, Opsi.id  – Rencana pembangunan Gedung Koperasi Merah...

Berita Terbaru

Popular Categories