Oknum Kiai di Pati Gilir Dua Santriwati Tiap Malam

Pati, Opsi.id – kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang kiai pengasuh pondok pesantren di Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, mulai terkuak dan menyisakan luka mendalam bagi para korban.

Kiai berinisial S itu diduga telah tiduri puluhan santriwati, sebagian besar anak yatim, dengan modus ancaman pengusiran dari pondok.

Jumlah korban diperkirakan mencapai lebih dari 50 orang, dengan rentang usia yang masih sangat muda, mayoritas setingkat SMP.

Tak hanya itu, dugaan praktik keji tersebut disebut berlangsung selama bertahun-tahun.

Baca juga: Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Bahkan, untuk menutupi perbuatannya, pelaku diduga merekayasa pernikahan bagi santriwati yang hamil dengan santri lain.

Langkah tersebut diduga menjadi cara untuk menutupi aib sekaligus menghilangkan jejak kejahatan seksual yang terjadi di lingkungan pesantren.

Kuasa Hukum Korban, Ali Yusron, mengungkapkan bahwa kasus ini sebenarnya telah berlangsung lama. Namun, keberanian korban untuk melapor baru muncul pada tahun 2024.

Meski laporan telah masuk, hingga kini pelaku masih ditahan dan disebut masih bebas.

Ali menjelaskan, para korban merupakan santriwati yang tinggal dan belajar di pesantren binaan pelaku.

Banyak di antaranya berasal dari keluarga kurang mampu dan tidak dipungut biaya pendidikan.

“Korban sebagian besar anak yatim dan dari keluarga tidak mampu. Mereka sekolah gratis di sana,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa korban yang didampinginya baru satu orang, namun pengakuan tersebut membuka peluang munculnya korban lain.

Baca jugaSeleksi Paskibraka Sulbar 2026 Dimulai, 90 Peserta Berebut Tiket ke Nasional

”Korbannya antara 30-50 orang. Ada yang kelas 1 SMP, ada yang kelas 3 SMP. Korban yang saya dampingi satu orang, tapi bisa membuka pintu pengungkapan korban-korban lainnya.

Sudah ada dua orang yang siap menjadi saksi,” ujar dia, dikutip Senin (4/5/2026).

Lebih lanjut, Ali memaparkan modus yang digunakan terduga pelaku.

Ia menyebut, korban kerap dihubungi melalui pesan WhatsApp pada malam hari, lalu diminta menemani pelaku di kamar.

Ancaman pengusiran menjadi alat tekanan yang membuat korban tidak berdaya menolak.

”Kronologi awalnya si S ini WA ke santriwati pada pukul 12 malam, minta ditemani tidur. Korban menolak. Tapi diancam, kalau tidak menurut, akan dikeluarkan dari pondok,” papar dia.

Dengan pola yang sama, pelaku diduga melakukan tindakan serupa kepada sejumlah santriwati lainnya.

Dua Santriwati digilir dalam Semalam

Bahkan, pada suatu malam, terduga pelaku disebut pernah meniduri dua santriwati secara bergantian.

Dalam melancarkan aksi bejatnya, si kiai cabul ini menggunakan salah satu ruangan pondok hingga sebuah kamar yang tak jauh dari kamar istrinya.

“Dalam BAP disebutkan ada dua tempat. Tempat pertama di bedeng, semacam kantor karyawan. Yang kedua di kamar sebelah kamar istrinya,” kata dia.

Menurut Ali Yusron, salah satu korban sampai hamil.

Demi menutupi kejahatannya, pelaku pun menikahkan korban dengan seorang santri laki-laki.

”Korban tidak berani melawan karena kebanyakan anak yatim, tidak punya orang tua, dititipkan di sana agar sekolah gratis,” ungkap dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Grup Band Radja Siap Gelar Konser di Bekasi dan Cibinong

Jakarta – Pecinta musik Indonesia kembali akan dimanjakan dengan...

Rony Parulian Lepas Album Kedua Bertajuk Dunia dan Seisinya

Jakarta – Ada dunia yang kita jalani setiap hari,...

Sepatu Converse Chuck 70X Hadir di Indonesia, KARINA aespa Jadi Ikon Kampanye

Jakarta – Tren fashion boleh terus berganti, namun gaya...

Afgan Rilis Single Langit Merah Muda, OST Film Agensi Rumah Tangga

Jakarta - Afgan kembali menunjukkan sisi musikalnya lewat perilisan...

‎Warga Tak Perlu Cemas Kualitas Air PAM Jaya meski Abu Vulkanik Papar Jakarta

Jakarta – Kondisi cuaca dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak...

BAJA dan Sarana Steel Dilaporkan ke OJK, Dana Rights Issue 98,96 Persen Jadi Sorotan

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta menelaah dan...

Anggaran PU 2027 Naik Jadi Rp114,59 Triliun, Jalan, Bendungan hingga Sekolah Dibidik

Jakarta, OPSI.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendapatkan alokasi...

Kapolri Instruksikan Jajaran Polri Siaga Hadapi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Jakarta, OPSI.ID - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta...

Berita Terbaru

Popular Categories