Jakarta – Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta KH. M. Subki menegaskan pentingnya pembenahan pendataan penerima bantuan sosial (bansos) agar program kesejahteraan yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta benar-benar tepat sasaran.
Hal itu disampaikan M. Subki usai rapat bersama Dinas Kesehatan, Biro Kesejahteraan Sosial (Kesos) DKI, dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI dalam Pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2027, di Gedung DPRD DKI pada Rabu, 20 Mei 2026 kemarin.
Subki berpendapat, persoalan data penerima bansos masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan dari tahun ke tahun.
Karena itu, ia meminta Biro Kesos DKI melakukan pendataan lebih serius dan akurat terhadap masyarakat yang berhak menerima bantuan.
“Untuk Biro Kesos kita ingin meneguhkan sekali lagi ketepatan sasaran, data-data masyarakat yang memang berhak mendapatkan subsidi. Ini kan runyam sekali, enggak beres-beres,” ujar Subki saat diwawancarai dikutip Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut dia, persoalan sosial seperti kemiskinan hingga kebutuhan akan bantuan bagi masyarakat rentan tidak boleh terus berulang tanpa solusi yang jelas. Pendataan yang valid dinilai menjadi kunci agar bantuan pemerintah dapat dirasakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Dari dulu yang sakit enggak habis-habis, yang perlu bansos juga enggak tuntas-tuntas. Jadi ini perlu pendataan lebih serius lagi,” katanya.
Dalam rapat tersebut, Komisi E DPRD DKI Jakarta juga membahas sektor kesehatan. Subki memastikan pihaknya tetap mendukung program-program prioritas Dinas Kesehatan DKI, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat.
Ia menekankan, layanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditawar, terlebih Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menjadikan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas.
“Kita tetap mendukung program-program prioritas karena layanan kesehatan itu kan enggak bisa ditawar-tawar dan Pak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sudah menyampaikan bahwa urusan kesehatan tetap menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta,” ucap politisi Partai Keadilan Sosial (PKS) itu.
Selain itu, perhatian juga diberikan terhadap pembinaan generasi muda melalui penyediaan sarana dan ruang kegiatan positif.
Subki meminta Dispora memperbanyak fasilitas yang dapat menjadi wadah kreativitas dan aktivitas anak muda agar terhindar dari perilaku negatif seperti tawuran dan penyalahgunaan narkoba.
Subki mencontohkan keberadaan ring tinju di kolong flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang belum lama ini diresmikan Gubernur Pramono, sebagai salah satu fasilitas yang dinilai efektif menjadi saluran kegiatan positif bagi anak muda di wilayah tersebut.
Menurut dia, pembangunan fasilitas olahraga dan ruang aktivitas kreatif bagi generasi muda perlu diperluas di berbagai wilayah Jakarta.
Dengan adanya ruang ekspresi positif, maka anak-anak muda diharapkan memiliki wadah untuk menyalurkan energi dan bakat mereka secara produktif sekaligus menjauh dari aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Yang untuk Dispora, kita minta banyak sarana-sarana untuk anak-anak muda. Selain musrembang kepemudaan, kita juga minta sarana untuk saluran kegiatan anak muda. Kayak ring tinju di kolong flyover Pasar Rebo itu penting tuh untuk mengalihkan fokus tawuran, narkoba, kayak gitu-gitulah. Supaya ada saluran,” ujar M Subki. []

