‎Progres Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Sentuh 93,07%, Jalur Layang Hampir 100%

Jakarta – Progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai mendekati tahap penyelesaian. Adapun pekerjaan jalur layang hampir 100%. Rencananya, transportasi massal modern ini akan beroperasi pada Agustus 2026 mendatang.

‎Mengacu informasi dari PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, progres keseluruhan proyek LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 93,07%.

‎”Struktur utama jalur layang telah mencapai 98,5%, pekerjaan rel terus berlangsung, dan stasiun-stasiun mulai menunjukkan wajah akhirnya,” dikutip dari Instagram @jakprogroup pada Kamis, 11 Juni 2026.

‎Selain pembangunan infrastruktur utama, berbagai sistem pendukung operasional juga terus dipersiapkan. Sistem persinyalan, Platform screen door (PSD), dan automatic fare collection (AFC) tengah dikerjakan untuk mendukung operasional layanan.

‎Disebutkan dalam unggahan itu, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B tidak hanya berfokus pada jalur kereta, tetapi juga peningkatan konektivitas dan integrasi transportasi bagi masyarakat.

‎”Yang sedang dipersiapkan adalah konektivitas yang lebih baik, akses yang lebih mudah, serta perjalanan yang semakin terintegrasi bagi masyarakat Jakarta,” tulis Jakpro.

‎Diharapkan, setiap perkembangan proyek membawa Jakarta lebih dekat pada sistem transportasi publik yang mampu menghubungkan lebih banyak aktivitas dan kawasan di ibu kota.

‎”Setiap progres yang dicapai membawa kita semakin dekat pada sistem transportasi publik yang mampu menghubungkan lebih banyak aktivitas, lebih banyak kawasan, dan lebih banyak peluang,” tulis manajemen Jakpro.

‎Mengenai progres pekerjaan seluruh stasiun pada proyek LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 78,6%.

‎”Capaian tersebut mencakup pembangunan Stasiun Rawamangun, Stasiun Pramuka, Stasiun Kayu Manis, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai,” katanya.

‎Sebelumnya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro mulai menjalankan rangkaian testing and commissioning (T&C) untuk proyek LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai. Salah satu tahapan yang telah dilakukan adalah uji lintasan sepanjang 3,6 km yang menghubungkan Stasiun Velodrome dan Stasiun Pramuka.

‎Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan proses T&C dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh sistem siap beroperasi. Pengujian mencakup pemeriksaan jalur rel, sistem persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional sebelum layanan komersial dijalankan.

‎“Setiap meter pada jalur layang LRT Jakarta Fase 1B adalah tanggung jawab kami kepada masyarakat DKI Jakarta yang akan mengandalkan LRT setiap harinya. Maka itu, tahapan T&C ini harus dipersiapkan sangat matang,” kata Iwan di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026 lalu.

‎Sementara, Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko menjelaskan, keterlibatan perseroan dalam proyek LRT Jakarta Fase 1B tidak hanya sebatas pekerjaan konstruksi, tetapi juga menjadi pembuktian kemampuan perusahaan dalam menggarap proyek strategis dengan tingkat visibilitas tinggi.

‎Menurut Paulus, kualitas pengerjaan proyek tersebut akan berdampak langsung terhadap reputasi perusahaan dalam jangka panjang. Adapun ruang lingkup pekerjaan Waskita mencakup integrasi konstruksi sipil, rel, sistem, hingga operasional.

‎Hingga kini, progres pembangunan proyek senilai Rp4,1 triliun tersebut telah mencapai 93,07%.

‎“Dalam proses pengerjaan, tantangan utama (urbanconstraint) yang kami hadapi sebagai kontraktor, di antaranya lalu lintas Jakarta yang padat dan ruang kerja terbatas. Maka solusinya, kami optimalkan waktu kerja pada malam hari yang menuntut fokus dan inovasi pada sistem safety dan sistem kerja. Kami melihat ini sebagai constraint yang harus dikelola, bukan dihindari,” kata Paulus.

‎Salah satu titik yang dilalui dalam pengujian lintasan berada di atas ruas Tol Wiyoto Wiyono pada KM 1+700 hingga KM 2+100. Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama masa konstruksi, Waskita menerapkan metode balance cantilever dengan bentang sepanjang 120 meter.

‎“Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balancecantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan,” tutur Paulus. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Aston Villa Buka Peluang Enam Wakil Premier League di Liga Champions

Jakarta, Opsi.id - Keberhasilan Aston Villa menjuarai UEFA Europa...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Mathew Baker Sitorus Siap Hadapi Negara Kelahirannya, Saat Timnas U-19 Indonesia Tantang Australia

DELI SERDANG, Opsi.id  – Timnas U-19 Indonesia mendapat tambahan...

Prasetyo Edi: Selamat Datang Shin Tae-yong, Pelatih Bagus Buat Persija

Jakarta - Dewan Pembina Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI),...

Lawan Meksiko di Laga Pembuka, Ini Skuad Afrika Selatan di Piala Dunia 2026

Jakarta, OPSI.ID - Pelatih Afrika Selatan Hugo Broos merilis...

Skuad Resmi Meksiko untuk Piala Dunia 2026: Kombinasi Veteran dan Bintang Muda

Meksiko, OPSI.ID - Pelatih Javier Aguirre sudah mengumumkan skuad...

Meksiko vs Afrika Selatan: Duel Pembuka Piala Dunia 2026 yang Sarat Sejarah

Meksiko, OPSI.ID - Laga pembuka Piala Dunia 2026 antara...

Meksiko vs Afrika Selatan: Nostalgia Laga Pembuka dan Ambisi Tuan Rumah di Piala Dunia 2026

JAKARTA, Opsi.id  – Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan...

Berita Terbaru

Popular Categories