Jakarta – Industri musik Indonesia kembali mencatat sejarah penting dengan hadirnya LUNAR, sebuah label hasil kolaborasi antara Sony Music Entertainment Indonesia (SMEI) dan Sun Eater Group.
Kolaborasi ini lahir dari visi bersama untuk menemukan, mengembangkan, dan mengangkat musisi-musisi yang berani mendobrak batasan genre. LUNAR resmi diperkenalkan dengan roster perdana berisi tiga talenta baru Indonesia, yakni Kecoud, Alee, dan Nandoshi.
LUNAR dirancang sebagai ekosistem progresif yang memberi kesempatan bagi artis untuk berkembang tanpa kehilangan identitas kreatif mereka.
Melalui kolaborasi ini, para musisi mendapatkan akses ke jaringan distribusi global dan kapabilitas pemasaran Sony Music, sekaligus tetap didukung oleh pendekatan artist-first, strategi pemasaran hiperlokal, serta pengembangan berbasis komunitas yang menjadi kekuatan utama Sun Eater Group.
Dengan kombinasi ini, LUNAR diharapkan mampu memperluas jejak musik Indonesia hingga ke tingkat regional.
Sun Eater Group sendiri dikenal sebagai label independen yang berfokus pada pembentukan kultur anak muda Indonesia melalui pengembangan identitas artis yang inovatif.
Rekam jejak mereka terbukti lewat keberhasilan melahirkan sosok dan karya relevan secara budaya seperti Hindia, Lomba Sihir, dan .Feast, yang mempertemukan semangat independen dengan daya jangkau musik arus utama.
Muhammad Soufan (Munna), General Manager Sony Music Entertainment Indonesia, menegaskan bahwa Indonesia kini menjadi rumah bagi salah satu komunitas musik paling dinamis dan aktif secara digital di dunia.
“Bersama Sun Eater Group, kami membentuk LUNAR untuk menggabungkan jangkauan global Sony dengan pendekatan kurasi kreatif yang otentik dan berakar dari komunitas,” kata Munna.
“Kecoud, Alee, dan Nandoshi mewakili semangat lintas genre yang sejak awal ingin diusung LUNAR, dan kami sangat antusias menyambut kolaborasi ini,” ujarnya.
Sementara Kukuh Rizal Arfianto, Founder & CEO Sun Eater Group, menambahkan bahwa LUNAR lahir dari keinginan menghadirkan ruang progresif sekaligus menghargai pertumbuhan artistik musisi.
“Kolaborasi kami dengan Sony Music terasa sangat sejalan karena kami sama-sama memiliki DNA yang artist-first. Kami ingin menghadirkan yang terbaik dari dua dunia: kejujuran dan agility label indie, serta kapabilitas global Sony sebagai pemimpin industri musik,” tuturnya.
Para artis yang tergabung dalam roster perdana LUNAR juga menyampaikan harapan mereka. Kecoud, yang musiknya berakar pada budaya Jawa Timur, mengungkapkan rasa syukur bisa tumbuh bersama orang-orang yang percaya pada visinya. Alee berharap suaranya bisa menjangkau lebih jauh dari yang pernah ia bayangkan.
Sementara Nandoshi menekankan bahwa musiknya ingin membuat orang merasa dimengerti dan tersentuh secara emosional, serta antusias bermimpi lebih besar bersama LUNAR tanpa kehilangan jati diri.
Indonesia sendiri telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pasar hiburan dan media dengan pertumbuhan tercepat di dunia, didukung oleh adopsi digital masif serta populasi Gen Z yang sangat aktif.
Dengan hadirnya LUNAR, kolaborasi antara SMEI dan Sun Eater Group diharapkan mampu membuka jalan baru bagi musisi muda Indonesia untuk bersinar di panggung regional maupun global.[]


