Relawan Gibran Sebut Ada Elite Parpol ‘Nyinyir’ terhadap Safari Kebangsaan Jokowi

JAKARTA, Opsi.id  – Ketua Umum Relawan Militan Gibran Nusantara, Andi Azwan, menilai sejumlah elite partai politik menunjukkan sikap “nyinyir” terhadap rangkaian safari Jokowi ke berbagai daerah.

Menurut Andi, kritik yang diarahkan kepada Jokowi muncul karena ada kekhawatiran kunjungan tersebut dapat memengaruhi konstituen partai-partai politik tertentu.

“Dalam hal ini, banyak sekali juga kritikan ataupun ya bisa dikatakan nada nyinyir dari elite-elite politik dari partai politik yang merasa akan terganggu konstituennya ketika Pak Jokowi melakukan silaturahmi kebangsaan,” kata Andi Azwan, dilansir dari KompasTV, Minggu (5/7/2026).

Andi menegaskan, agenda Jokowi ke sejumlah daerah semata-mata bertujuan menjalin silaturahmi serta berdiskusi dengan masyarakat, bukan kegiatan politik praktis.

Baca juga: Jokowi Dianugerahi Gelar Adat Tertinggi Lampung, Sandang Gelar “Baginda Pemuka Bangsa”

Karena itu, ia menilai tidak ada alasan bagi partai politik untuk merasa khawatir.

Jokowi diketahui memulai safari kunjungannya dengan mendatangi Lampung pada pekan lalu.

Menurut Andi, agenda tersebut akan berlanjut ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam waktu dekat.

Ia menjelaskan, mantan presiden itu ingin bertemu langsung dengan masyarakat yang pernah dipimpinnya selama dua periode menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Pak Jokowi hanya ingin bersilaturahmi dengan masyarakat. Tidak ada yang istimewa dalam kunjungan tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Andi juga menanggapi pernyataan sejumlah politikus PDI Perjuangan yang meminta Jokowi tidak menghindari isu ijazah saat melakukan kunjungan ke berbagai daerah.

“Pertanyaannya adalah kenapa ada elite politik yang mengatakan harus tunjukkan ijazah ketika beliau berkunjung ke seluruh Indonesia?” katanya.

Baca juga: Jokowi Ungkap Alasan Pilih Lampung Jadi Tujuan Safari Politik Perdana Bersama PSI

Menurut Andi, tuntutan tersebut tidak relevan dengan tujuan kunjungan Jokowi.

“Ini sudah merupakan sesuatu hal yang menurut saya suatu hal yang konyol, suatu hal seperti ketakutan ataupun lawakan-lawakan politik saja,” ujar Andi. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Arditio Rilis Single Dosa Terindah, Refleksi Realitas Psikologis Cinta Tak Terucap

Jakarta - Industri musik tanah air kembali diramaikan oleh...

Perkuat Eksistensi di Industri Musik, Igan Baswara Rilis Single Ikut Aku Pulang

Jakarta - Lanskap industri musik Indonesia kembali kedatangan karya...

PSIM Yogyakarta Pecat Pelatih Jean-Paul van Gastel, Ini Penyebabnya

Yogyakarta, OPSI.ID - PSIM Yogyakarta resmi mengakhiri kerja sama...

Menteri PKP Maruarar Sirait Apresiasi BNI Percepat Penyaluran KPR FLPP Rumah Subsidi

Jakarta – Bank Negara Indonesia (BNI) mempercepat penyaluran Kredit...

Dorong PT 5 Persen, Sekjen Golkar Fokus Tambah Kursi DPR Dibanding Menang Pemilu 2029

Makassar, OPSI.ID - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muh Sarmuji...

Aksi Prajurit TNI di Makassar Bagi-bagi Masker Gratis ke Warga

MAKASSAR – Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1408/Makassar turun...

Dosen ITPLN Suroso Isnandar Jadi Dirut Baru PLN, Ini Harapan Kampus

Jakarta – Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN) Prof. Dr....

Berita Terbaru

Popular Categories