Nusa Dua, Opsi.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadikan pelestarian hutan sebagai salah satu fokus utama investasi berkelanjutan.
Hal itu disampaikannya dalam Nusa Dua Forum, kerja sama antara South China Morning Post (SCMP) dan Danantara Indonesia.
Dalam pidatonya, Luhut menekankan bahwa kepastian hukum merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kepercayaan investor global.
Menurutnya, regulasi yang jelas akan menjadi “peta navigasi” bagi pembangunan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
“Dunia sering kali meragukan iklim investasi di Indonesia karena regulasi yang belum pasti. Namun, jika ingin mendapatkan kepercayaan global, kita harus menghadirkan kepastian regulasi jangka panjang,” ujar Luhut dikutip dari akun Facebook pribadinya, Jumat (17/7/2026).
Ia menyebut pengesahan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam memperkuat ekosistem investasi.
Pemerintah, kata dia, juga tengah menyiapkan berbagai aturan turunan dengan standar hukum komersial internasional yang bersih dan independen agar mampu bersaing dengan pusat keuangan dunia seperti Singapura, Hong Kong, dan Dubai.
Baca juga: Judistira Hermawan Optimistis Tahun 2030 Kota Jakarta Bebas Sampah, Era Energi Hijau
Luhut menegaskan Indonesia tidak hanya ingin menjadi tempat masuknya modal.
Tetapi juga memastikan investasi tersebut benar-benar menggerakkan sektor riil dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, bonus demografi dengan mayoritas penduduk yang melek digital menjadi kekuatan besar untuk mengoptimalkan investasi di berbagai sektor produktif.
Dalam forum tersebut, Luhut juga menyoroti pentingnya investasi yang berorientasi pada nilai (values).
Bukan semata-mata mengejar keuntungan finansial.
Pemerintah melalui Pusat Finansial Internasional Indonesia dan Danantara Indonesia, kata dia, siap berkolaborasi dengan investor melalui skema berbagi risiko dan keuntungan.
Pelestarian Hutan Jadi Fokus Investasi Hijau
Luhut menegaskan Indonesia memiliki potensi besar menjadi salah satu kekuatan utama dunia di bidang energi hijau.
Karena itu, pemerintah akan mengarahkan investasi ke proyek-proyek berkelanjutan, termasuk transisi energi baru dan terbarukan, ekonomi biru, serta pelestarian hutan.
Menurutnya, investasi pada sektor pelestarian hutan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.
“Investor tidak hanya memperoleh keuntungan dari bisnisnya di Indonesia, tetapi juga ikut menjaga masa depan bumi melalui dukungan terhadap pelestarian hutan dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Luhut optimistis pendekatan tersebut akan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi hijau yang kompetitif di kawasan Asia sekaligus mendukung target pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Nusa Dua Forum
Nusa Dua Forum 2026 digelar pada Jumat (17/7/2026) di The St. Regis Bali Resort, Nusa Dua, Bali.
Forum investasi internasional ini merupakan kolaborasi antara South China Morning Post (SCMP) dan Danantara Indonesia.
Baca juga: Prabowo Ajak Jerman Perbesar Investasi di Sektor Energi Hijau hingga Hilirisasi Industri
Mempertemukan investor global, pelaku usaha, sovereign wealth funds, serta pembuat kebijakan.
Sejumlah tokoh nasional hadir sebagai pembicara, di antaranya Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi/Kepala Danantara Rosan Roeslani, dan Gubernur Bali Wayan Koster.
Forum ini membahas berbagai isu strategis, mulai dari kepastian hukum, hilirisasi industri, transisi energi, ekonomi digital, hingga peluang investasi di Indonesia. []

