Jakarta, Opsi.id – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) dan Prof. Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.
Dalam prosesi pelantikan, Presiden Prabowo memimpin pengambilan sumpah jabatan kedua pejabat tersebut agar menjalankan tugas sesuai konstitusi dan peraturan perundang-undangan serta menjunjung tinggi etika jabatan.
Donny Ermawan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan, sedangkan Yos Sunitiyoso merupakan akademisi yang sebelumnya menjabat Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Baca juga: Universitas Terbaik di Indonesia dan Asia 2021
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Universitas Republik Indonesia dibentuk sebagai lembaga pendidikan kepemimpinan yang bertujuan mencetak calon-calon pemimpin bangsa.
Menurutnya, konsep URI mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan yang telah diterapkan di sejumlah negara, seperti École nationale d’administration (ENA) yang kini menjadi Institut National du Service Public (INSP) di Prancis.
Lembaga tersebut selama ini dikenal sebagai tempat pembinaan calon pejabat pemerintahan dan pemimpin sektor publik.
Prasetyo mengatakan, melalui model serupa, pemerintah ingin menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga wawasan kebangsaan yang kuat.
Baca juga: UGM Ranking 20 Universitas Terbaik di Asia
“Sehingga diharapkan semua memiliki kemampuan secara teknis maupun yang paling penting itu wawasan kebangsaan. Kita ini semua menjalankan amanah untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.
Pemerintah menyebut pembentukan URI telah dipersiapkan sejak lama sebagai bagian dari strategi membangun sistem kaderisasi kepemimpinan nasional.
Keberadaan lembaga ini diharapkan menjadi wadah untuk menyiapkan pemimpin masa depan yang mampu mengemban jabatan strategis di pemerintahan, BUMN, maupun institusi negara lainnya. []


