Makassar, OPSI.ID – Capaian penyerapan gabah dan beras yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Bulog Sulawesi Selatan serta Sulawesi Barat per tanggal 26 Juli 2026 menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan.
Hal ini menjadi tanda jelas bahwa kondisi ketahanan pangan di kedua provinsi tersebut berjalan stabil dan terjaga dengan baik.
Berdasarkan catatan data yang disampaikan, sasaran pengadaan beras untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar 697.610 ton.
Hingga saat ini, realisasi yang telah tercapai mencapai 525.736 ton atau setara dengan 75,4 persen dari keseluruhan target.
Sehingga masih tersisa sekitar 171.873 ton yang perlu dipenuhi hingga akhir periode.
Dalam kurun waktu tujuh bulan berjalan, lebih dari tiga perempat sasaran yang direncanakan sudah berhasil direalisasikan.
Angka ini menegaskan bahwa proses produksi serta penyerapan hasil panen berlangsung secara efektif dan maksimal.
Walwil Sterdam XIV/Hasanuddin, Mayor Aryo Pabanda mengatakan, secara keseluruhan, volume gabah yang telah diserap bahkan telah melampaui angka 1 juta ton.
“Ketahanan pangan bukan hanya sekadar berkaitan dengan besarnya hasil panen yang diperoleh, melainkan juga menjamin bahwa jerih payah petani mendapatkan tempat yang layak melalui penyerapan hasil yang optimal serta harga yang terjaga wajar,”ujar Aryo, Selasa (28/7/2026)
“Capaian ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga kesejahteraan petani sekaligus menjamin ketersediaan stok pangan bagi seluruh masyarakat,” sambungnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, seluruh jajaran TNI Angkatan Darat melalui Kodam XIV/Hasanuddin senantiasa memberikan pengawalan dan dukungan menyeluruh terhadap upaya pencapaian swasembada pangan nasional.
Bentuk dukungan yang diberikan meliputi pendampingan langsung kepada petani oleh Babinsa di lokasi persawahan, mempercepat masa tanam, memaksimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia, hingga pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat.
“Pada tahun 2025, kegiatan Cetak Sawah Rakyat telah dilaksanakan di wilayah Luwu Utara, Luwu Selatan, dan Luwu Timur. Tahun ini, program serupa akan kami perluas jangkauannya ke berbagai daerah lain di Sulawesi. Seluruh langkah tersebut dikoordinasikan secara erat bersama pihak Bulog agar hasil panen yang didapatkan petani dapat diserap secara menyeluruh,” tutur Aryo.
Program ini disusun dengan tujuan memperluas lahan pertanian yang ditanami, menaikkan jumlah hasil produksi padi, serta memperkokoh fondasi ketahanan pangan nasional untuk jangka waktu yang panjang.
“Ke depannya, perhatian utama akan difokuskan pada percepatan penyerapan hasil panen di daerah yang capaiannya masih di bawah rata-rata, meningkatkan indeks pertanaman, serta mendukung pelaksanaan cetak sawah kering guna memperkuat kedaulatan pangan negara kita,” tutup Aryo. []


