JAKARTA, Opsi.id – Di tengah perlambatan ekonomi global, tingginya inflasi, dan ketidakpastian geopolitik, penjualan smartphone premium justru terus menunjukkan tren positif.
Ponsel dengan harga di atas US$600 atau sekitar Rp10,7 juta semakin diminati konsumen di berbagai negara.
Laporan terbaru Counterpoint Research menunjukkan penjualan smartphone premium global tumbuh 5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada semester pertama 2026.
Pangsa pasar segmen ini bahkan mencapai rekor tertinggi sebesar 29 persen, naik dari 25 persen pada periode yang sama tahun lalu dan hanya 20 persen pada 2022.
Menurut Counterpoint, kenaikan harga komponen dan memori membuat harga smartphone kelas menengah semakin mendekati perangkat flagship.
Kondisi tersebut mendorong banyak konsumen memilih langsung membeli ponsel premium, terutama model flagship generasi sebelumnya yang telah mendapat potongan harga.
“Ketika harga smartphone Android kelas menengah naik, selisih harganya dengan ponsel flagship menjadi semakin tipis. Kondisi ini membuat perangkat flagship menjadi pilihan upgrade yang lebih menarik,” kata Analis Senior Counterpoint, Harshit Rastogi, dilansir Jumat (7/8/2026).
Selain itu, produsen juga memperluas berbagai program pembiayaan agar perangkat premium lebih mudah dijangkau.


