Makassar, OPSI.ID – Yayasan Islamic Center Al Markaz Al-Islami kembali menggelar Ngobrol Keumatan & Kebangsaan Al-Markaz (Ngobras) dengan mengangkat tema “3 Wajah Ekonomi Umat: Mafia, Rentenir dan Syariah”.
Kegiatan yang digelar di taman depan Masjid al-markaz, Ahad (09/08) ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Guru Besar Ekonomi Syariah Prof. Arfin Hamid dan Konsultan UMKM dan Ekonomi Syariah Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Anwardin Arjunaid.
Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat sekaligus melihat peluang penguatan ekonomi syariah sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi umat.
Guru Besar Ekonomi Syariah Prof. Arfin Hamid menyoroti masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam praktik ekonomi syariah di Indonesia, meskipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.
Menurut Arfin, kondisi tersebut menjadi pekerjaan besar dalam pengembangan ekonomi syariah nasional yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade.
Ia merujuk pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan jumlah nasabah perbankan syariah masih jauh dibandingkan dengan jumlah penduduk Muslim Indonesia.
Arfin mencontohkan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang memiliki sekitar 23 juta nasabah.
Sementara jika seluruh nasabah bank syariah di Indonesia digabungkan, jumlahnya baru sekitar 50 juta.
“Kalau dikumpulkan seluruh bank syariah, baru 50 juta yang berkiprah sebagai nasabah bank syariah.
Padahal 240 juta dari 280 juta penduduk Indonesia adalah Muslim,” kata Arfin.
Ia menyebut pangsa perbankan syariah saat ini berada di kisaran 8 hingga mendekati 10 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara besarnya populasi Muslim dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam ekonomi syariah.


