PLN Pinjamkan Aset hingga 30 Tahun, ITPLN Kejar Akreditasi Unggul Membangun Kampus Terpadu

Jakarta – PT PLN (Persero) meminjamkan aset berupa tanah dan bangunan di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, selama 30 tahun kepada Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan (YPK) PLN, untuk mendukung pengembangan Institut Teknologi PLN (ITPLN).

Aset yang dipinjamkan mencakup tanah seluas lebih dari 3,6 hektare dan bangunan seluas lebih dari 1,9 hektare yang akan dikembangkan menjadi bagian dari kawasan kampus terpadu ITPLN.

“Dipinjamkan selama 30 tahun dan diarahkan untuk memperkuat sarana serta prasarana pendidikan guna menggenjot akreditasi unggul ITPLN,” kata Direktur Legal dan Human Capital PLN Nurlely Aman dalam keterangan resmi dikutip Selasa, 11 Agustus 2026.

Nurlely Aman mengatakan kerja sama tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan di lingkungan PLN. Menurut dia, pengembangan aset harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.

Ia menilai pemanfaatan aset PLN melalui kerja sama dengan YPK PLN dan ITPLN bukan sekadar persoalan penggunaan tanah dan bangunan.

“Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya membangun fondasi pengembangan pendidikan di dalam ekosistem PLN,” ucapnya.

Nurlely juga berharap pembangunan kampus ITPLN dapat menghasilkan talenta yang relevan dengan kebutuhan PLN. Program pendidikan, kata dia, perlu terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri ketenagalistrikan.

“Insan-insan yang dihasilkan di ITPLN itu bisa juga bermanfaat buat PLN langsung. PLN dengan tambahan kebutuhan yang lebih besar tentu membutuhkan human capital yang tidak biasa-biasa saja,” ujar Lely.

Dia mengatakan ekosistem PLN memiliki modal yang cukup lengkap untuk mendukung pengembangan ITPLN, mulai dari PLN, YPK PLN, ITPLN hingga Dana Pensiun PLN. Kolaborasi antarentitas tersebut diharapkan menghilangkan pola kerja yang berjalan sendiri-sendiri.

EVP General Affairs PLN Khaerullah mengatakan aset yang dipinjamkan kepada YPK PLN berada di Jalan Lingkar Luar Barat, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Kerja sama pinjam pakai tersebut berlaku selama 30 tahun.

“Pinjam pakai aset PLN ini berupa tanah seluas lebih dari 3,6 hektare dan bangunan seluas lebih dari 1,9 hektare yang terletak di Duri Kosambi, Jakarta Barat, yang akan dilaksanakan selama 30 tahun,” kata Khaerullah.

Menurut Khaerullah, kerja sama tersebut bermula dari permintaan YPK PLN yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana untuk pengembangan ITPLN, terutama dalam rangka meningkatkan akreditasi ITPLN.

PLN kemudian melihat kebutuhan tersebut tidak hanya dari perspektif YPK PLN dan ITPLN, tetapi juga dari kepentingan PLN sebagai pendiri YPK PLN sekaligus bagian dari ekosistem ketenagalistrikan nasional.

Khaerullah mengatakan peningkatan akreditasi membutuhkan penguatan berbagai aspek, termasuk kualitas dan ketersediaan sarana serta prasarana pendidikan.

Dari sisi PLN, ucapnya, pemanfaatan aset tersebut juga memberikan manfaat bagi perusahaan. Salah satunya adalah optimalisasi aset agar properti yang dimiliki tidak sekadar tercatat dalam pembukuan, tetapi dapat didayagunakan dan memberikan nilai tambah.

“Melalui skema kerja sama tersebut, PLN memperoleh kompensasi dalam bentuk imbal guna sebesar Rp267,35 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan objek perjanjian. Pemanfaatan aset ini tetap memberikan nilai ekonomis bagi PLN sekaligus mendukung prinsip optimalisasi aset perusahaan,” ungkap Khaerullah.

Selain nilai ekonomis, kerja sama tersebut dinilai dapat meningkatkan pengamanan aset. Aktivitas pemanfaatan yang resmi dan berkelanjutan membuat aset PLN di Duri Kosambi lebih terjaga dari sisi penggunaan, operasional, dan pemeliharaan.

Khaerullah menegaskan kerja sama itu tidak berhenti pada target peningkatan status akreditasi ITPLN. PLN berharap peningkatan tersebut berujung pada kualitas pendidikan, riset, inovasi, serta lulusan yang semakin baik.

“Semakin baik kualitas ITPLN, semakin besar pula peluang kita menghasilkan talenta-talenta berkualitas yang memiliki kompetensi teknologi kuat dan memahami kebutuhan industri ketenagalistrikan,” katanya.

Ketua Umum YPK PLN Supriyadi mengatakan perjanjian pinjam pakai aset selama 30 tahun menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan ITPLN.

Menurut Supriyadi, ITPLN sebelumnya sempat merencanakan pengembangan kampus di sejumlah lokasi sebelum akhirnya kembali ke Duri Kosambi.

Ia mengapresiasi proses pengambilan keputusan PLN yang dinilainya dilakukan secara hati-hati melalui mekanisme tata kelola perusahaan.

“Untuk sampai pada hari ini kita butuh sekitar tiga tahun. Dinamikanya luar biasa. Namun, kami merasa nyaman dengan proses kehati-hatian dan kecermatan yang dilakukan,” tegas Supriyadi.

Supriyadi menyebut kepastian pemanfaatan aset selama 30 tahun penting bagi ITPLN untuk menyusun rencana pengembangan kampus dalam jangka panjang. Dalam lima tahun ke depan, YPK PLN memproyeksikan jumlah mahasiswa ITPLN dapat mencapai sekitar 10 ribu orang.

Saat ini, jumlah mahasiswa ITPLN sekitar 5.309 orang. Dengan rata-rata penerimaan hampir 2.000 mahasiswa dan lulusan sekitar 1.000 orang setiap tahun, kebutuhan ruang pendidikan diperkirakan terus meningkat.

“Kami rencana akan membangun kampus senilai Rp1,6 triliun. Walaupun kita belum tahu nanti dari mana uangnya, tapi kita tetap optimistis,” kata Supriyadi.

Kampus terpadu tersebut dirancang tidak sekadar menjadi tempat perkuliahan. Kawasan itu akan dikembangkan dengan fasilitas laboratorium, gedung perkuliahan, perpustakaan, fasilitas mahasiswa, hingga masjid serta ruang yang memungkinkan kolaborasi dengan industri dan masyarakat sekitar. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Sambut Mahasiswa Baru, Rektor Unhas Tekankan Budaya Prestasi dan Hapus Citra Anarkis

aMakassar, OPSI.ID - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Jamaluddin...

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Transformasi Pengelolaan Sampah, Pekerja Informal Dapat Perlindungan Sosial

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya...

Iqbaal Ramadhan Isi OST Film Operasi Pesta Copet Lewat Lagu Kita Melawan Dunia

Jakarta - Nama Iqbaal Ramadhan kembali mencuat, bukan hanya...

Iqbal Aria Hadirkan Nuansa Retro Pop di Single Takkan Ada

Jakarta - Musisi muda Iqbal Aria kembali hadir dengan...

‎Bank Jakarta Siapkan Pengalaman Baru untuk The Jakmania, Bukan Sekadar Sponsorship Persija

‎Jakarta - Kolaborasi Bank Jakarta dengan Persija Jakarta tidak...

Jokowi Bakal Hadiri Pertemuan Akbar Masyarakat Dayak, Ini Agendanya

Jakarta, OPSI.ID - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)...

Kasus Narkoba, 2 Anggota Polres Empat Lawang Diberhentikan Tidak Hormat

Sumsel, OPSI.ID - Dua personel Polres Empat Lawang, Sumatera...

Unhas Hadirkan Ahli Metabolomics Jepang, Ungkap Masa Depan Pangan Fungsional

Makassar, OPSI.ID - Makanan tidak hanya berfungsi sebagai sumber...

Berita Terbaru

Popular Categories