Unhas Hadirkan Ahli Metabolomics Jepang, Ungkap Masa Depan Pangan Fungsional

Makassar, OPSI.ID – Makanan tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi dan nutrisi. Setelah dikonsumsi, pangan mengalami berbagai proses metabolisme yang dapat memengaruhi kondisi tubuh.

Pemahaman terhadap proses tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam merancang pangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan.

Hal itu menjadi salah satu topik utama yang dibahas Prof. Sastia Prama Putri, Ph.D., ahli bioteknologi dari The University of Osaka, Jepang, dalam kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas), Senin (10/8/2026).

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Metabolomics for Health and Wellbeing: An Integrative Platform for the Development of Novel Functional Food”.

Dalam kesempatan itu, Prof. Sastia memaparkan pemanfaatan teknologi metabolomics untuk memahami proses metabolisme secara menyeluruh sebagai landasan pengembangan pangan fungsional.

Prof. Sastia yang juga menjabat sebagai Principal Investigator Global Food and Agri-tech Laboratory menjelaskan, metabolomics memungkinkan peneliti mengidentifikasi dan mengukur berbagai metabolit yang terdapat dalam sistem biologis. Pendekatan tersebut penting untuk mengetahui bagaimana tubuh merespons makanan yang dikonsumsi.

“Tugas kami adalah melakukan pemeriksaan dan pengukuran metabolit secara komprehensif. Kita tidak bisa melakukan inovasi kalau kita tidak tahu bagaimana sistem ini bekerja,” ujar Prof. Sastia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, mengatakan kehadiran Prof. Sastia merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi riset internasional.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat membutuhkan kerja sama antarlembaga dan bidang keilmuan agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

“Bidang ilmu terus berkembang. Kita membutuhkan mitra strategis dalam bidang keilmuan agar riset dapat memberikan dampak. Kita ingin menghasilkan sesuatu yang memberikan dampak lebih luas. Karena itu, kolaborasi keilmuan tidak sebatas riset, tetapi juga perlu diarahkan pada hilirisasi,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

‎Bank Jakarta Siapkan Pengalaman Baru untuk The Jakmania, Bukan Sekadar Sponsorship Persija

‎Jakarta - Kolaborasi Bank Jakarta dengan Persija Jakarta tidak...

Jokowi Bakal Hadiri Pertemuan Akbar Masyarakat Dayak, Ini Agendanya

Jakarta, OPSI.ID - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)...

Kasus Narkoba, 2 Anggota Polres Empat Lawang Diberhentikan Tidak Hormat

Sumsel, OPSI.ID - Dua personel Polres Empat Lawang, Sumatera...

Anak Pejabat di Lampung Mangkir dari Panggilan Polisi, Tersangka Penganiayaan Kekasih

Lampung, OPSI.ID - Anak seorang pejabat di Lampung yang...

Hadapi Puncak Musim Kemarau, Kodam Hasanuddin Siagakan Personel Tangani Karhutla

Makassar, OPSI.ID - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi...

Pemerintah Cairkan Rp18,9 Triliun untuk 546 Daerah, Gaji PPPK Dipastikan Aman

JAKARTA, Opsi.id  – Pemerintah pusat mencairkan tambahan anggaran sebesar...

Febri Diansyah Beber 9 Dugaan Pelanggaran dalam Kasus Febrie Adriansyah

JAKARTA, Opsi.id  – Kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah,...

Berita Terbaru

Popular Categories