Jakarta – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kevin Wu menyoroti sistem keamanan dan keselamatan bangunan-bangunan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta setelah kebakaran melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jakarta.
Kekhawatiran tersebut disampaikan dalam Rapat Komisi A DPRD Provinsi DKI Jakarta tentang Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) pada hari Selasa, 18 Agustus 2026 lalu.
“Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, kepada Dinas Gulkarmat (Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan). Berkaca dari peristiwa kebakaran di Gedung Bapenda, ini merupakan momentum untuk sebenarnya mempertanyakan kembali aspek keselamatan seluruh gedung milik atau yang digunakan oleh Pemprov DKI Jakarta,” ucapnya.
Mengacu Pasal 30 ayat 1 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2021 mengatur bahwa setiap bangunan harus dilindungi dengan sistem proteksi bahaya kebakaran. Di mana, hal itu dibuktikan dengan adanya Sertifikat Keselamatan Kebakaran atau SKK.
“Secara tegas, Pasal 30 ayat (1) Nomor 16 Tahun 2021 mewajibkan setiap gedung memiliki sistem proteksi terhadap bahaya kebakaran. Oleh karena itu, kami ingin mempertanyakan apakah seluruh gedung yang saat ini digunakan atau dimiliki Pemprov DKI Jakarta tidak mengantongi sertifikat keselamatan kebakaran atau SKK. Ini perlu kita audit. Karena, jangan sampai kasus ini kembali mengancam atau dapat terulang,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Rabu, 19 Agustus 2026.
Selain itu, Kevin Wu juga mempertanyakan sistem keselamatan kebakaran di bangunan DPRD Provinsi DKI Jakarta.
Ia menemukan bahwa tangga darurat di dalam bangunan tersebut tidak terhubung dari atas hingga ke lantai dasar dan basement.
“Kedua, terkait dengan ini kami juga ingin mempertanyakan kondisi gedung kita. DPRD DKI Jakarta ini. Karena yang kita amati, tangga darurat gedung baru ini langsung terhubung ke lantai basement, tidak ada pintu akses ke lantai 1 nya. Jadinya, kelewat. Apakah itu sesuai dengan standar kelayakan keselamatan tersebut. Karena yang kami amati dari gedung ini, tangga daruratnya itu dari lantai 2 langsung lompat ke arah basement, melewati lantai 1 karena tidak ada pintunya,” kata Kevin Wu. []

