DPRD Gowa Buka Jalan Pemakzulan Bupati Husniah Talenrang

Gowa, OPSI.ID – DPRD Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, membuka peluang pemberhentian atau pemakzulan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang setelah Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket menyelesaikan rangkaian penyelidikan terhadap sejumlah dugaan pelanggaran.

Pansus Hak Angket DPRD Gowa telah menyampaikan delapan rekomendasi terkait hasil penyelidikan terhadap Bupati Husniah.

Rekomendasi tersebut kemudian diserahkan kepada pimpinan DPRD Gowa untuk ditindaklanjuti.

Ketua Pansus Hak Angket DPRD Gowa, Muh Kasim Sila, menyatakan lembaga legislatif memiliki kemungkinan menggunakan hak menyatakan pendapat apabila hasil penyelidikan dinilai memenuhi unsur pelanggaran.

“Langkah tersebut dapat menjadi tahapan menuju proses pemberhentian kepala daerah apabila pelanggaran yang dituduhkan terbukti melalui mekanisme hukum yang berlaku,”ujar Kasim Sila..

Adapun sejumlah persoalan yang menjadi objek penyelidikan Pansus antara lain dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pencabutan beasiswa pendidikan doktoral, dugaan penyimpangan dalam pengadaan seragam sekolah gratis, serta dugaan perbuatan tercela.

Sebelumnya, DPRD Gowa telah menyepakati penggunaan hak angket terhadap Husniah dalam rapat paripurna pada 25 Mei 2026.

Tujuh fraksi DPRD Gowa menyetujui pembentukan Pansus Hak Angket untuk mendalami sejumlah persoalan yang menjadi sorotan publik.

Dalam proses pemeriksaan, Husniah juga sempat meninggalkan ruang sidang Pansus pada 14 Juli 2026.

Ia walk out setelah permintaannya agar pertanyaan anggota Pansus disampaikan secara kolektif tidak dipenuhi.

Meski demikian, hasil hak angket tidak serta-merta membuat seorang kepala daerah langsung diberhentikan.

Jika DPRD menggunakan hak menyatakan pendapat dan menyimpulkan adanya pelanggaran, proses tersebut masih harus melalui mekanisme hukum, termasuk pengujian di Mahkamah Agung.

Dengan demikian, DPRD Gowa saat ini berada pada tahapan tindak lanjut hasil hak angket, sementara keputusan akhir mengenai pemberhentian Bupati Husniah masih bergantung pada proses konstitusional yang berlaku. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Siswi SMK di Berastagi Kritis Usai Diduga Keracunan MBG, Alami Gangguan Ingatan

Karo — Seorang siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi,...

Bandara Hasanuddin Delay, Gambus Rammang-Rammang Jadi Hiburan

MAROS, OPSI.ID -- Kelompok Seni Gambusu’ Rammang-Rammang tampil menghibur...

1.677 Mahasiswa Masuk ITPLN, Rektor: Kalian Tak Salah Pilih Kampus

Jakarta -Institut Teknologi PLN (ITPLN) melantik 1.677 mahasiswa baru...

Rayakan Album Manuskrip, FILM. Gelar Showcase PPM di Rossi Fatmawati

Jakarta - Setelah merilis album debut "Manuskrip" pada 3...

Lalahuta Rilis Single Cobalah Untuk Setia Lewat Proyek LSIH

Jakarta - Grup musik Lalahuta kembali menegaskan komitmennya dalam...

Berita Terbaru

Popular Categories