Jakarta – Semangat muda yang liar, penuh energi, dan tak mau dikekang kembali bergema lewat rilisan terbaru unit rock and roll asal Cirebon, JALANJALAN.
Trio ini resmi memperkenalkan single berjudul “BEBAS”, sebuah karya yang mereka sebut sebagai perayaan pemberontakan masa muda sekaligus penegasan bahwa musik rock tetap relevan, segar, dan mampu berbicara lantang di tengah rutinitas yang membosankan.
Dengan durasi singkat 2 menit 51 detik, “BEBAS” langsung menghantam telinga pendengar lewat distorsi gitar kasar namun tetap catchy, ketukan drum yang menghentak, serta vokal berkarakter yang memancarkan sikap penuh percaya diri.
Atmosfer yang ditawarkan terasa raw, edgy, dan estetik, menjadikan lagu ini bukan sekadar musik, melainkan sebuah manifesto kebebasan.
“Lagu ini adalah tentang bagaimana kita menikmati hidup tanpa peduli omongan orang serta berkarya dengan sepenuh hati tanpa terganggu dengan cibiran dan omongan minus. Kami ingin menangkap energi anak muda yang liar tapi tetap estetik dan menjadi diri sendiri,” ungkap Sony Kertaatmadja, penulis sekaligus produser lagu ini.
Proses kreatif “BEBAS” dilakukan dengan penuh dedikasi. Rekaman gitar dan vokal digarap di Sound-I Recording, sementara drum direkam di Joe Studio Record.
Proses mixing dan mastering tetap dipercayakan kepada Sound-I Recording agar esensi klasik rock and roll tetap terjaga, namun terdengar renyah bagi telinga generasi masa kini. Visual artwork single ini digarap oleh Yuda Nugros, menambah identitas visual yang kuat untuk rilisan perdana mereka.
JALANJALAN sendiri baru terbentuk pada 29 Maret 2026, beranggotakan Sony Kertaatmadja di gitar, Opikstones pada vokal dan bass, serta Yuda di drum. Terinspirasi kultur distorsi 90-an dan nuansa retro, mereka membawa energi psycorock and roll yang segar dengan lirik-lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menariknya, lagu “BEBAS” sebenarnya sudah mulai ditulis sejak 2022 oleh Sony Kertaatmadja bersama mendiang Ivan Scooter. Proyek ini sempat tertunda karena pencarian karakter orisinal yang tepat.
Pertemuan Sony dengan Opikstones kemudian membuka jalan bagi pengisian vokal dan bass, sebelum akhirnya Yuda bergabung untuk memberikan beat kasar penuh gairah. Hasilnya adalah sebuah karya yang terasa otentik, lahir dari proses panjang dan penuh pencarian.
Dengan rilisnya “BEBAS”, JALANJALAN menegaskan bahwa rock and roll bukan sekadar genre musik, melainkan sikap hidup.
Lagu ini diharapkan menjadi anthem bagi generasi muda yang ingin merayakan kebebasan, menolak dikekang oleh persepsi orang lain, dan tetap setia pada jati diri mereka. []

