Bali — Presiden RI Prabowo Subianto berharap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dapat segera teratasi dalam waktu satu hingga dua pekan ke depan.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peluncuran program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Giga Watt peak (GWp) di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.
“Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi di beberapa tempat. Saya harap dalam satu dua minggu ini bisa selesai semua,” kata Prabowo.
Presiden mengatakan pemerintah bersama seluruh jajaran terus bekerja menangani Karhutla. Ia mengaku telah melakukan pengecekan langsung terhadap upaya penanganan kebakaran di sejumlah daerah.
Menurut Prabowo, pemerintah akan terus hadir dan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat penanganan Karhutla.
“Kita sekarang kerahkan puluhan heli, belasan pesawat, berbagai teknik, ratusan bor air, ratusan pompa air, ribuan personel,” ujarnya.
Selain mengoptimalkan pemadaman, Prabowo juga meminta masyarakat dan seluruh pihak tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Ia mengingatkan adanya fenomena El Nino yang diperkirakan memiliki intensitas kuat sehingga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah.
“El Nino tahun ini menjadi salah satu yang diramalkan paling kuat,” kata Prabowo.
Dalam beberapa waktu terakhir, Karhutla terjadi di sejumlah wilayah Pulau Sumatra dan Kalimantan. Kebakaran di Kalimantan bahkan menyebabkan kabut asap meluas hingga wilayah Sarawak, Malaysia.
Dampak kabut asap tersebut membuat pemerintah daerah Sarawak mengambil langkah penutupan sekolah sementara demi menjaga kesehatan para pelajar.[]


