Di Depan Putin, Prabowo: 1.000 Teman Terlalu Sedikit, Satu Musuh Terlalu Banyak

VLADIVOSTOK, Opsi.id  – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas tentang arah politik luar negeri Indonesia saat berbicara di hadapan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok, Rusia.

Prabowo menegaskan Indonesia tidak ingin terseret ke dalam blok militer mana pun.

Sebaliknya, Indonesia ingin memperluas kerja sama ekonomi dengan berbagai negara, termasuk Rusia dan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia.

“Indonesia tidak ingin bergabung dengan aliansi militer, tetapi kami ingin bergabung dengan aliansi ekonomi,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Menurut Prabowo, kerja sama Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia merupakan bentuk kemitraan untuk menciptakan kemakmuran bersama, bukan aliansi yang ditujukan untuk menghadapi pihak tertentu.

Prabowo kemudian menyampaikan prinsip yang menjadi salah satu bagian paling mencolok dalam pidatonya.

“Sebagai mitra yang berdaulat dan setara. Bagi kami, 1.000 teman terlalu sedikit. Satu musuh terlalu banyak,” ujarnya.

Prabowo mengatakan Indonesia datang ke Rusia untuk membangun persahabatan.

Namun, persahabatan tersebut tidak cukup hanya dikenang melalui sejarah. Hubungan kedua negara, menurut dia, harus diterjemahkan menjadi kerja sama nyata.

“Kami datang ke St. Petersburg untuk membuat teman. Dan sekarang kami datang ke Vladivostok untuk mengubah persahabatan menjadi hasil yang pragmatis,” kata Prabowo.

Target Perdagangan Digandakan

Dalam pidato tersebut, Prabowo juga menawarkan target ambisius bagi hubungan ekonomi Indonesia-Rusia.

Dia menyebut perdagangan bilateral kedua negara pada 2025 mendekati 5 miliar dolar AS, meningkat 21,7 persen dibandingkan 2024 dan 33,7 persen dibandingkan 2023.

Prabowo menilai capaian itu baru permulaan.

Indonesia dan Rusia, kata dia, harus berani memasang target lebih tinggi dengan menggandakan nilai perdagangan dalam periode peninjauan pertama perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia.

“Kenaikan ini akan didorong oleh ekonomi yang saling melengkapi,” ujarnya.

Prabowo juga mengajak pelaku usaha Rusia berinvestasi dan membangun industri bersama di Indonesia.

“Datang ke Indonesia, bekerja bersama kami, produksi bersama kami. Mari kita bangun industri bersama. Mari kita ciptakan nilai bersama,” kata Prabowo.

Pasifik Bukan Tembok

Prabowo juga menggunakan posisi geografis Indonesia dan Rusia untuk menggambarkan peluang kerja sama kedua negara.

Menurut dia, Samudra Pasifik tidak seharusnya dipandang sebagai pemisah. Laut tersebut justru dapat menjadi jalur penghubung bagi perekonomian Indonesia dan Rusia.

“Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ini bukan tembok di antara kita. Ini harus menjadi jalan raya antara dua ekonomi kita,” ujarnya.

Dia pun menawarkan penguatan konektivitas langsung, mulai dari jalur pelayaran hingga penerbangan antara Indonesia dan Rusia.

“Kapal-kapal memindahkan barang. Pesawat memindahkan persahabatan,” kata Prabowo.

Menutup pidatonya, Prabowo kembali menekankan pentingnya kerja sama di tengah dunia yang menurutnya semakin terfragmentasi.

Dia mengajak Indonesia dan Rusia membangun jembatan melalui perdagangan, energi, pangan, teknologi, pendidikan hingga industri.

“Ketika sebagian pihak lain membangun tembok, kita membangun jembatan,” kata Prabowo. []

Baca juga: Survei Poltracking: Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran Turun, Hanya 55,1 Persen

Baca juga: Budi Gunadi Sadikin Masuk Bursa Dirjen WHO, Bawa Misi Prabowo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Masih Syuting, Sunil Samtani Ungkap Jadwal Tayang Film Pengabdi Setan 2: Communion

Jakarta - Produser Rapi Films, Sunil Samtani, membeberkan jadwal...

Diduga Kirim DM Mesum ke Perempuan, Dokter Obgyn di Curup Dinonaktifkan Klinik

Curup, Opsi.id – Kasus dugaan dokter spesialis obstetri dan...

‎Pramono Anung: Pembangunan Giant Sea Wall Diperlukan untuk Tangani Banjir Rob

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pembangunan...

PSM Makassar dapat Patch Khusus2 di Liga 1 2026/2027, Tanda Penghormatan untuk Para Juara

Makassar, OPSI.ID - PT Liga Indonesia Baru (LIB) menghadirkan...

Banjir Nepal Seret Ikan Lele Raksasa ke India, Warga Dilarang Konsumsi

BIHAR, Opsi.id  – Banjir yang menerjang Nepal membawa kejutan...

KKN ITB Nobel Dorong UMKM Salipolo Digital lewat NIB dan QRIS

PINRANG, OPSI. ID -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)...

METI Gandeng ITPLN, Perkuat SDM dan Ekosistem Energi Terbarukan

Jakarta - Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menggandeng Institut...

Berita Terbaru

Popular Categories