PINRANG, OPSI. ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ITB Nobel Indonesia menggelar seminar kewirausahaan bertajuk “Membangun dan Mengembangkan UMKM Desa melalui Kewirausahaan Digital” di Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memodernisasi usaha warga desa agar tangguh di tengah arus ekonomi digital.
Seminar tersebut menghadirkan dua akademisi ITB Nobel Indonesia sebagai narasumber, yakni Ahmad Ikram, S.T., M.M. dan Dr. Mariah, S.E., M.Pd. Kedua pemateri membekali para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat mengenai pentingnya inovasi, pemanfaatan teknologi, hingga strategi diferensiasi produk.
Dalam paparannya, Ahmad Ikram menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama bagi pelaku usaha di tingkat desa agar bisa menjangkau pembeli di luar wilayah Pinrang.
“Peluang pasar bagi produk desa itu sangat luas jika mampu memanfaatkan ekosistem digital. Pemasaran secara daring melalui media sosial hingga peningkatan identitas visual produk adalah kunci agar UMKM kita bisa bersaing secara sehat,” terang Ahmad Ikram.
Sementara itu, Dr. Mariah menggarisbawahi pentingnya profesionalisme dan legalitas dalam membangun kepercayaan konsumen modern. Menurutnya, citra produk yang baik harus ditunjang oleh kemudahan akses transaksi.
“Kepercayaan pembeli tumbuh dari identitas merek yang kuat dan legalitas yang jelas. Di era sekarang, efisiensi transaksi pembayaran juga menjadi nilai tambah yang dicari oleh konsumen,” ungkap Dr. Mariah, Kamis, 3 September 2026.
Guna memberikan dampak langsung, kegiatan ini tidak berhenti pada sesi edukasi semata. Mahasiswa KKN Tematik ITB Nobel Indonesia turut memfasilitasi pendampingan teknis berupa penyerahan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), hingga pembenahan branding kemasan bagi sejumlah UMKM di Desa Salipolo.
Kepemilikan NIB memberikan kepastian hukum dan legalitas bagi para pelaku usaha lokal. Di saat yang sama, penyediaan opsi pembayaran nontunai lewat QRIS mempermudah proses transaksi digital. Langkah ini ditutup dengan perbaikan visual branding untuk meningkatkan daya tarik serta identitas komoditas unggulan desa.
Sesi diskusi berlangsung interaktif ketika para pelaku UMKM memanfaatkan momen tersebut untuk berkonsultasi mengenai hambatan operasional dan pemasaran yang mereka hadapi sehari-hari.
Sinergi antara mahasiswa KKN Tematik ITB Nobel Indonesia, pemerintah desa, akademisi, dan warga ini diharapkan menjadi pijakan awal terbentuknya ekosistem UMKM Desa Salipolo yang mandiri, adaptif, serta berdaya saing tinggi.

