Makassar, OPSI.ID – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan memperketat pengawasan peredaran tumbuhan dan satwa liar dilindungi melalui jalur laut. Salah satu upayanya dilakukan dengan menggelar patroli gabungan di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Senin (12/10/2026).
Patroli ini melibatkan sejumlah instansi, yakni Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan, Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sulawesi, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI), Pelindo, Polres Pelabuhan Makassar, serta Polsek Pelabuhan Soekarno-Hatta.
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Bidang KSDA Wilayah II, Mustari Tepu, yang mewakili Kepala BBKSDA Sulawesi Selatan. Petugas melakukan pemantauan di area pelabuhan dan kapal PELNI Labobar.
Mustari mengatakan, pengawasan terhadap tumbuhan dan satwa liar dilindungi tidak cukup hanya dilakukan di dalam kawasan konservasi. Jalur distribusi dan pengangkutan juga menjadi titik penting untuk mencegah praktik perdagangan ilegal.
“Ancaman terhadap kelestarian keanekaragaman hayati tidak hanya terjadi di dalam kawasan konservasi, tetapi juga di luar kawasan konservasi, termasuk pada jalur distribusi dan pengangkutan tumbuhan dan satwa liar melalui sarana transportasi darat, laut, maupun udara,” ungkap Mustari dalam keterangannya.
Menurutnya, patroli gabungan menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mengawasi potensi pelanggaran di bidang konservasi.
“Pengawasan ini juga diarahkan untuk mencegah pengangkutan satwa dan tumbuhan dilindungi, baik dalam keadaan hidup maupun mati,” ucapnya.
Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar merupakan salah satu simpul transportasi laut yang menghubungkan berbagai wilayah, terutama di kawasan Indonesia Timur.
Tingginya mobilitas orang dan barang membuat pengawasan terhadap kemungkinan pengangkutan ilegal satwa dan tumbuhan liar perlu dilakukan secara terpadu.
Karena itu, keterlibatan berbagai instansi diharapkan dapat mempercepat pertukaran informasi dan penanganan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
Perwakilan Polres Pelabuhan Makassar, Ilham, menegaskan pentingnya koordinasi antara kepolisian dan BBKSDA Sulawesi Selatan untuk mengantisipasi potensi gangguan sejak dini.
BBKSDA Sulawesi Selatan berharap kolaborasi dengan kepolisian, KSOP Utama Makassar, pengelola pelabuhan, serta pihak terkait lainnya dapat terus diperkuat guna mendukung perlindungan tumbuhan dan satwa liar dilindungi.
Melalui patroli bersama ini, pengawasan di luar kawasan konservasi diharapkan semakin efektif dalam mencegah perdagangan ilegal dan menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. [Drs]


