Single Terbaru Manusia Aksara Bertajuk TANDA TANYA Resmi Dirilis

Jakarta – Industri musik Indonesia kembali kedatangan karya reflektif yang sarat makna melalui peluncuran single terbaru dari grup musik Manusia Aksara yang berjudul “TANDA TANYA”. Karya ini resmi dirilis ke seluruh platform musik digital pada tanggal 9 Oktober 2026, menandai kembalinya band asal Jakarta tersebut setelah melewati masa vakum selama kurang lebih satu tahun.

Pelepasan single ini bukan sekadar rutinitas bermusik biasa, melainkan merefleksikan perubahan haluan struktural dalam perjalanan karier mereka.

Setelah kurang lebih satu tahun tiga bulan bernaung di bawah salah satu label rekaman lokal, Manusia Aksara secara resmi memutuskan untuk melanjutkan kiprah kesenian mereka secara mandiri (independen).

Keputusan untuk melepaskan diri dari naungan label besar bukanlah langkah yang didasari oleh sikap konfrontatif, melainkan sebuah bentuk kesadaran kolektif terhadap tanggung jawab profesional yang lebih besar.

Keempat personel Manusia Aksara,yakni Hafizh Weda, Nicko Prabowo, Jowel Tirta, dan Hendrie Leite memandang bahwa kemandirian memberikan keleluasaan penuh dalam menentukan arah estetika serta pencapaian objektif artistik mereka.

Gitaris Manusia Aksara, Hendrie Leite, memberikan penegasan terkait orientasi band pasca-keputusan tersebut.

“Keluar dari label gak membuat kita jadi berbangga hati atau ada perasaan ingin membuktikan bahwa kita bisa lebih. Enggak sama sekali. Malahan kita semua jadi harus lebih bertanggung jawab terhadap band ini. Objektif kita berkarya dan bisa sukses di jalur yang kita pilih,” kata Hendrie Leite.

Ditulis oleh sang vokalis, Hafizh Weda, single “TANDA TANYA” mengangkat isu psikologis dan sosial yang kerap diabaikan, yakni tekanan ekspektasi lingkungan terhadap eksistensi individu.

Lirik lagu ini menyoroti fenomena ketika manusia mengenakan berbagai topeng sosial, baik di tempat kerja, di tengah keluarga, lingkaran pertemanan, maupun dalam pembentukan citra artifisial di ruang-ruang media sosial demi mendapatkan penerimaan publik.

Kritik sosial yang diangkat berfokus pada bagaimana konstruksi norma dan standar perilaku yang kaku seringkali meredam keberanian seseorang untuk menjadi diri sendiri secara otentik. Hafizh Weda menjelaskan latar belakang konseptual di balik penulisan karya ini:

“Coba deh kita lihat, banyak orang-orang yang berhenti bermimpi atau bahkan berhenti jadi diri sendiri karena capek jadi bahan gunjingan, capek lihat standarisasi di media sosial. Bahwa, laki-laki harus begini, perempuan harus begini. Jadi diri sendiri bukan soal melanggar norma-norma yang ada ya… Tapi, sering kali ada standarisasi yang aneh membuat orang itu takut untuk jadi diri sendiri. Maka dari itu, saya berharap lagu ini bisa mewakili banyak orang,” ucap Hafizh Weda.

Melalui liriknya, “TANDA TANYA” tidak berupaya memberikan doktrin moral, melainkan mengajak para pendengar untuk melakukan introspeksi mendalam mengenai keaslian arah hidup yang sedang mereka jalani.

Dari sudut pandang musikalitas, Manusia Aksara tetap mempertahankan salah satu identitas sonik yang paling menonjol dari karya-karya terdahulu mereka, yakni penggunaan aransemen paduan suara (choir).

Sentuhan vokal choir yang megah, dengan pengaruh atmosferik yang terinspirasi dari ranah musik ibadah kontemporer (worship ala Hillsong), dihadirkan kembali untuk memperkuat bobot emosional lagu. Pendekatan ini secara langsung membangkitkan memori para penikmat musik terhadap salah satu karya sukses mereka sebelumnya, “Yang Salah”.

Meskipun demikian, “TANDA TANYA” dirancang dengan ruang reflektif yang lebih luas. Bagian paduan suara tidak berfungsi sekadar sebagai pengulangan formula komersial, melainkan sebagai medium artistik yang menyiratkan ketukan batin, ruang kosong, dan pertanyaan eksistensial yang dibiarkan menggantung tanpa jawaban instan.

Proses produksi singel ini dikerjakan secara kolektif dan mandiri oleh para personelnya. Sempat mengalami penundaan serta masa tunggu selama beberapa bulan di tengah proses pengerjaannya, hambatan tersebut justru mematangkan hasil akhir lagu sehingga dinilai paling tepat untuk merepresentasikan babak baru band ini.

Bassis Manusia Aksara, Jowel Tirta, turut menyampaikan pandangannya mengenai ekspektasi komersial serta relevansi karya tersebut di tengah ekosistem industri digital modern.

“Harapan pasti selalu ada tiap kita rilis lagu bahwa lagu ini bisa dinikmati banyak orang, relate sama banyak orang bahkan bisa viral seutuhnya. Gimana ya? Kalau dibilang gak ngejar viral, tapi di sini vitalitas itu menentukan sekali posisi suatu produk itu di mana, bisa bergerak ke arah yang mana, akan jauh lebih mudah dikembangkannya dan lain-lain. Menurut kami viral itu luas artinya dan banyak dan kami berharap jadi salah satunya lewat karya-karya kami. Bukan karena kontroversi ya, hehehe,” kata Jowel Tirta.

Kehadiran “TANDA TANYA” di kancah musik nasional menegaskan bahwa Manusia Aksara tidak sekadar kembali setelah vakum, melainkan menawarkan sebuah ruang aman bagi masyarakat yang mendambakan keotentikan di tengah derasnya arus konformitas modern. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Transformasi Tiga Dekade, Element Luncurkan Single Berjudul Asa yang Sirna

Jakarta - Memasuki ambang batas 28 tahun pengabdian di...

Prabowo Lantik Sembilan Pejabat Negara, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI

Jakarta, OPSI.ID -  Presiden RI Prabowo Subianto melantik sembilan...

MK Tolak Gugatan Ambang Batas Pilkada, Syarat Pencalonan Kepala Daerah Tetap Berlaku

JAKARTA, Opsi.id – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan pengujian...

Kabut Asap Selimuti Danau Toba, BMKG Catat Kualitas Udara Sempat Tidak Sehat

MEDAN, Opsi.id – Kabut asap menyelimuti kawasan Danau Toba,...

OJK Cirebon Gandeng Lembaga Keuangan, Perkuat Kemandirian Ekonomi Pekerja Migran

Indramayu – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperkuat kolaborasi...

KAI Daop 3 Cirebon Operasikan 6 Gardu JPL, 21 Titik Prioritas Masih Dibangun

Cirebon - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus meningkatkan...

Musisi Senior Doddy Katamsi Tutup Usia di Jakarta

Jakarta - Industri musik Tanah Air kembali kehilangan salah...

BI Perkuat UMKM Fesyen Muslim, IN2MOTIONFEST 2026 Buka Peluang Bisnis Internasional

Jakarta – Indonesia memperkuat langkah untuk memperluas pasar fesyen...

Berita Terbaru

Popular Categories