Jakarta – Panggung festival musik berskala besar sering kali menjadi titik pertemuan antara memori kolektif masa lalu dan dinamika industri hiburan masa kini.
Di tengah riuhnya ragam genre musik yang disajikan dalam perhelatan akbar Synchronize Fest 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada hari Jumat, tersaji sebuah momen hangat yang berhasil menyedot perhatian ribuan penonton.
Momen tersebut hadir dari penampilan salah satu solois pria paling ikonik tanah air, Afgan Syahreza.
Bagi seorang musisi yang telah malang melintang di industri musik selama hampir dua dekade, panggung festival tahun ini mencatatkan sebuah babak baru yang spesial.
Untuk pertama kalinya, pelantun suara beludru ini tampil membawa format full set secara utuh di panggung Synchronize Fest. Sejak sore hari menjelang malam, area penonton tampak dipadati oleh khalayak lintas generasi yang antusias menantikan aksi panggung penyanyi kelahiran Jakarta tersebut.
Pertunjukan dibuka dengan sebuah tembang yang langsung meruntuhkan jarak antara penyanyi dan penonton. Ketika bait pertama lagu “Terima Kasih Cinta” dilantunkan, koor massal seketika menggema di seluruh area konser.
Lagu yang menjadi tonggak awal kesuksesan karier Afgan di industri musik Indonesia ini dibawakan dengan aransemen vokal yang tetap terjaga kualitasnya, membuktikan konsistensi musikalitas yang ia miliki sejak kemunculan pertamanya di dunia tarik suara.
Tak lantas berhenti pada satu lagu, Afgan langsung membabat habis panggung dengan rentetan nomor hit masa lalunya seperti “Sadis”, “Wajahmu Mengalihkan Duniaku”, dan “Pesan Cinta”. Setiap lirik yang keluar dari mulutnya disambut sahut-sahutan oleh para penonton yang larut dalam suasana romantis.
Di sela-sela jeda penampilan, Afgan meluangkan waktu untuk menyampaikan rasa syukur dan keterkejutannya atas sambutan hangat yang diberikan oleh publik.
“Terima kasih sudah mampir ke panggung kami, senang banget bisa tampil di Synchronize Festival,” ucap Afgan dengan senyum sumringah yang menghiasi wajahnya.
Ia pun tak lupa membagikan kebanggaannya atas pencapaian kecil namun bermakna dalam sejarah panggungnya bersama festival ini.
“Kayaknya ini pertama kali tampil di sini, maksudnya yang set full Afgan. Jadi kalian sudah jadi bagian dari first time Afgan perform di Synchronize,” ungkapnya, yang langsung disambut dengan gemuruh tepuk tangan meriah dari para penonton.
Puncak kedekatan emosional dalam pertunjukan berdurasi sekitar 45 menit tersebut terjadi ketika Afgan memutuskan untuk menggali kembali arsip lagu-lagu lamanya yang sudah lama tidak menghiasi daftar putar panggung utamanya.
Dengan pengantar yang menyentuh, ia mendedikasikan sebuah segmen khusus untuk bernostalgia bersama para penggemar setianya lewat lagu “Cinta 2 Hati”.
“Lagu yang satu ini sebenarnya jarang, kita udah jarang bawain lagu yang ini, cuman demi nostalgia bersama teman-teman semua, kita bawakan lagi, hadirkan lagi hari ini,” tutur Afgan penuh penghayatan.
Suasana semakin syahdu saat bait demi bait lagu tersebut mengalir, disusul oleh deretan lagu populer berikutnya seperti “Bawalah Pergi Cintaku” dan “Jodoh Pasti Bertemu”.
Pilihan repertoar ini menegaskan kemampuan Afgan dalam merawat kenangan kolektif para pendengarnya, menjadikan konser tersebut bukan sekadar hiburan musikal semata, melainkan sebuah mesin waktu bagi perjalanan emosional banyak orang.
Di balik citranya sebagai penyanyi balada yang serius dan romantis, Afgan ternyata menyimpan sisi humoris yang segar.
Hal tersebut dibuktikan ketika ia memberikan kejutan di tengah penampilannya dengan menghadirkan trio komedian wanita yang tergabung dalam trio ART—yakni Ummi Quary, Musdalifah Basri, dan Boah Sartika—untuk naik ke atas panggung bersama dirinya.
Kehadiran ketiganya bukan tanpa alasan. Mereka merupakan rekan kerja Afgan dalam proyek film layar lebar terbaru yang dibintangi oleh sang penyanyi. Perpaduan antara musisi papan atas dan para komika berbakat ini menciptakan dinamika panggung yang menghibur dan mencairkan suasana.
“Ini teman-teman saya di film ‘Agensi Rumah Tangga.’ Senang banget karena udah lama enggak main film dan akhirnya sukses,” kata Afgan memperkenalkan rekan-rekannya dengan penuh bangga.
Kolaborasi tersebut berlanjut dengan pembawaan lagu tema (soundtrack) film tersebut yang berjudul “Langit Merah Muda”. Menariknya, lagu istimewa ini merupakan hasil kolaborasi penulisan antara Afgan, Rendy Pandugo, dan Mohammed Kamga, yang memberikan warna segar dalam pertunjukan malam itu.
Menjelang akhir aksi panggungnya, Afgan kembali memanjakan penonton lewat lagu bertempo riang “Kacamata”, sebelum akhirnya menutup seluruh rangkaian penampilannya di hari pertama Synchronize Fest 2026 dengan tembang energik “Panah Asmara”.
Melalui penampilan yang kaya warna ini, Afgan sekali lagi membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu penghibur panggung paling paripurna di tanah air. []


