Direktur PLN IP Ungkap Rahasia Sukses Berkompetisi di Industri Energi

Jakarta – PLN Indonesia Power (PLN IP) mengungkap potensi 1,7 juta green jobs atau lapangan kerja profesional dari pengembangan proyek transisi energi di Indonesia dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Untuk itu, pihaknya menantang mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN) agar bisa mengisi peluang ini dengan baik.

Terlebih, ucapnya, peluang tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari energi surya, angin, panas bumi, sistem penyimpanan baterai, hingga nuklir.

“Ini harus diimbangi dengan kesiapan mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi teknis, kemampuan kepemimpinan, serta kecakapan beradaptasi dengan kebutuhan industri,” ujar Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Indonesia Power, Julita Indah saat INPOWER TALKS bertema Powering Ideas, Empowering Future Leaders, dikutip Rabu, 21 Oktober 2026.

Dalam acara yang digelar Bagian Pengembangan Karir dan Alumni ITPLN itu,Julita menjelaskan, pengembangan pembangkit listrik dalam satu dekade mendatang membuka ruang bagi lulusan ITPLN untuk mengambil peran dalam berbagai proyek energi. Namun, peluang tersebut tidak otomatis menjadi milik lulusan yang hanya mengandalkan ijazah tanpa memperkuat kompetensi.

“Transisi energi membuka peluang kerja besar. Ini diperkirakan menyerap 1,7 juta tenaga kerja profesional. Artinya, bukan tenaga kerja kasar, tetapi tenaga profesional,” kata Julita.

Menurut dia, kebutuhan talenta ahli akan semakin beragam seiring berkembangnya teknologi pembangkitan dan sistem kelistrikan. Maka, lanjutnya, mahasiswa ITPLN perlu menentukan bidang yang ingin ditekuni sejak masih kuliah agar memiliki waktu untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan yang relevan.

Julita memaparkan sejumlah bidang yang berpotensi membutuhkan tenaga profesional, antara lain operasi dan pemeliharaan pembangkit, tenaga angin, integrasi sistem dan baterai, panas bumi, hidrogen, co-firing, serta energi nuklir.

Dia mencontohkan, bidang tenaga angin diperkirakan membutuhkan sekitar 5.000 tenaga profesional spesialis. Sementara itu, kebutuhan talenta terampil untuk integrasi sistem dan baterai diperkirakan mencapai 3.000 orang, sedangkan panas bumi sekitar 1.500 orang.

Angka tersebut menggambarkan beragamnya kebutuhan kompetensi dalam transformasi sektor energi. Meski demikian, mahasiswa perlu memahami bahwa kebutuhan tenaga kerja dapat berubah mengikuti realisasi proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan pemerintah.

Julita juga mengingatkan mahasiswa ITPLN agar tidak hanya berorientasi pada satu jenis pembangkit listrik. Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), misalnya, masih menghadapi kebutuhan penyesuaian teknologi melalui penerapan co-firing dan perubahan jenis bahan bakar.

“Pemahaman terhadap perkembangan teknologi akan membantu lulusan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri, termasuk ketika pembangkit yang sudah beroperasi harus dimodifikasi untuk mendukung transisi energi,” jelasnya.

Selain kompetensi teknis, Julita menekankan pentingnya kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ), kemampuan komunikasi, dan kepemimpinan. Menurut dia, lulusan teknik perlu memiliki kemampuan bekerja sama dan mengambil keputusan, bukan sekadar menguasai teori.

“Life is full of competitiveness. Hidup ini penuh persaingan,” ucapnya saat mendorong mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Julita menambahkan, peluang di sektor energi tidak hanya tersedia di lingkungan perusahaan ketenagalistrikan. Setiap proyek pembangkit melibatkan berbagai keahlian dan disiplin ilmu, sehingga lulusan perlu memahami kebutuhan industri secara lebih luas.

Selain Julita, acara ini menghadirkan narasumber lain, yakni Dekan Fakultas Teknologi dan Bisnis Energi (FTBE) ITPLN, Dr. Eri Prabowo, S.T., M.M., M.Kom., IPU., dan dipandu oleh Dr. Andi Makkulau, S.T., M.I.Kom., MT, sebagai moderator. Sejumlah mahasiswa pun antusias mengikuti acara itu hingga tuntas.

Sementara itu, Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., mengatakan pengalaman praktisi industri menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami tantangan profesional yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di kelas.

Menurut Iwa, penguasaan pengetahuan teknis tetap penting, tetapi perlu dilengkapi pengalaman, kemampuan berpikir, dan keterampilan interpersonal. Kemudahan memperoleh informasi melalui teknologi digital dan kecerdasan buatan membuat mahasiswa perlu lebih serius mengembangkan kemampuan yang tidak cukup dibangun hanya dengan membaca materi.

“Knowledge itu gampang. HP saudara-saudara itu semua knowledge ada di situ. Tetapi experience dan pemikiran-pemikiran orang itu sulit didapat,” kata Iwa.

Iwa menegaskan, ITPLN berupaya menyiapkan lulusan yang adaptif, memiliki perspektif global, serta mampu mengembangkan kepemimpinan dan kewirausahaan berbasis teknologi. Kompetensi tersebut dinilai semakin penting seiring perubahan industri energi dan meningkatnya persaingan di pasar kerja.

Dia juga menegaskan posisi ITPLN sebagai kampus yang berfokus pada transisi energi. Melalui penguatan pembelajaran dan hubungan dengan industri, ITPLN diharapkan dapat menyiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan tenaga profesional di sektor ketenagalistrikan.

INPOWER TALKS menjadi salah satu bentuk kolaborasi ITPLN dan PLN Indonesia Power untuk mempertemukan perspektif akademisi dengan pengalaman praktisi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memetakan pilihan karier, memperkuat kompetensi sejak dini, dan mempersiapkan diri mengambil bagian dalam pengembangan energi Indonesia. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Blak-blakan ke Rektor ITPLN, AESI Optimistis PLTS 40 GWp Tercapai dalam Dua Tahun

Jakarta — Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) optimistis pengembangan...

Ayu Ting Ting Goyang Bareng Shabrina Leanor, Bilqis dan Ayah Ojak di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Panggung festival musik lintas genre Synchronize Fest...

Hadir di Synchronize Fest 2026, Kangen Band Hadirkan Nuansa Nostalgia dan Haru

Jakarta - Festival musik tahunan Synchronize Fest 2026 kembali...

Vierratale Gandeng Kaka dan Bimbim Slank Manggung di Synchronize Fest 2026

Jakarta - Perhelatan festival musik lintas genre Synchronize Fest...

Proyeksi Ekonomi Indonesia dan Kewaspadaan Masyarakat di Tanah Papua Menjelang Akhir Tahun 2026

Seorang pakar feng shui ikut memperingatkan rakyat Indonesia terkait...

ISEF 2026 Catat Kesepakatan Rp27,43 Triliun, Pembiayaan Syariah Digenjot

Jakarta – Penguatan akses pembiayaan syariah menjadi salah satu...

BP Tapera Evaluasi Penyaluran KPR FLPP, Percepat Pembiayaan Rumah Subsidi MBR

Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera)...

Berita Terbaru

Popular Categories