Jakarta — Institut Teknologi PLN (ITPLN) menjalin kolaborasi besar dengan sejumlah mitra strategis, mulai perbankan, PLN grup, asosiasi hingga swasta. Hal ini tercermin dalam penandatanganan nota kesepahaman secara serentak yang dilakukan Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., dengan masing-masing penanggungjawab instansi.
Penandatanganan nota ini disaksikan langsung Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero), Yusuf Didi Setiarto, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PT PLN (Persero) Nurlely Aman serta Ketua Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT PLN (YPK PLN), Supriyadi serta pengurus YPK lainnya, Dana Pensiun dan pihak yang terlibat.
Ketua YPK PLN, Supriyadi menegaskan, kolaborasi besar ini mencakup pendidikan, riset, pengembangan kompetensi, hingga peluang magang dan rekrutmen lulusan Institut Teknologi PLN (ITPLN). Selain untuk memperkuat ekosistem pendidikan, kolaborasi ini diharapkan bisa mendongkrak kesejahteraan sosial melalui unit usaha di bawah YPK PLN.
”Dukungan mitra strategis menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas YPK PLN untuk menjalankan misi pendidikan dan sosial. Hari ini kita tanda tangan kesepakatan, jangan lupa realisasinyalah yang ditampilkan,” ujar Supriyadi di Jakarta, dikutip Kamis, 22 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, YPK PLN merupakan yayasan yang didirikan PT PLN (Persero) untuk menjalankan misi pendidikan dan sosial. Misi pendidikan dijalankan melalui ITPLN dan dua taman kanak-kanak, sedangkan misi sosial mencakup dukungan kesejahteraan bagi pensiunan PLN serta masyarakat umum.
YPK PLN juga memiliki sembilan unit bisnis yang berfungsi sebagai sumber pendanaan dalam mendukung pelaksanaan misi yayasan. Melalui kolaborasi dengan mitra industri, YPK PLN berharap dapat memperluas kontribusi terhadap pengembangan pendidikan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Adapun bentuk kerja sama yang disepakati meliputi banyak hal, seperti kajian kelayakan, penelitian, pengembangan laboratorium, pemeliharaan pembangkit, sertifikasi kompetensi, konsultasi, hingga dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia. Khusus bagi ITPLN, kerja sama juga membuka peluang magang, rekrutmen lulusan, dan penguatan riset bersama industri.
Selain itu, terdapat rencana dukungan fasilitas pembelajaran berupa lab governor serta pemasangan ATM Bank Syariah Indonesia (BSI) di lingkungan kampus ITPLN. Kolaborasi juga mencakup sinergi antarlembaga di lingkungan YPK PLN dan Dana Pensiun PLN untuk meningkatkan efisiensi serta memperkuat organisasi.
Kerja Sama Berdampak
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PT PLN (Persero) Nurlely Aman menegaskan bahwa kerja sama strategis tidak semestinya hanya berorientasi pada keuntungan bisnis. Menurut dia, kolaborasi perlu menghasilkan nilai tambah yang lebih luas, termasuk manfaat bagi pendidikan, masyarakat, dan pengembangan talenta ketenagalistrikan.
Nurlely meminta seluruh mitra memastikan perjanjian yang telah ditandatangani ditindaklanjuti melalui pelaksanaan proyek yang konkret. Menurut dia, seremoni penandatanganan merupakan awal dari proses eksekusi, bukan tujuan akhir kerja sama.
“Seremoni ini bukan hanya tanda tangan dokumen, tetapi starting to execute the project, untuk memulai bagaimana kerja sama ini kita lakukan,” katanya.
Ia menyampaikan tiga hal penting dalam pelaksanaan kolaborasi tersebut, yakni penciptaan nilai tambah, penguatan tata kelola, serta pengembangan talenta dan ekosistem ketenagalistrikan.
Menurut Nurlely, setiap pihak perlu memastikan aspek tata kelola, kemampuan teknis, pengalaman, dan kepatuhan terhadap ketentuan dalam perjanjian. Hal ini penting untuk mencegah potensi persoalan hukum apabila pekerjaan tidak berjalan sesuai kesepakatan.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan service level agreement (SLA) atau standar tingkat layanan yang telah disepakati. Apabila muncul kendala atau ketidaksesuaian dalam pelaksanaan, para pihak diminta membangun komunikasi agar penyelesaian pekerjaan tetap berjalan sesuai ketentuan.
Nurlely menambahkan, kolaborasi juga menjadi sarana untuk mengembangkan kompetensi tenaga kerja dan memperkuat ekosistem industri ketenagalistrikan. Dengan demikian, manfaat kerja sama tidak hanya dirasakan perusahaan yang terlibat, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah unit dan perusahaan di lingkungan PLN Group serta mitra industri eksternal. Di antaranya PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat, PLN Indonesia Power UBP Suralaya, PLN Pusharlis Unit Pelaksana Produksi Workshop II, PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya, PLN UIK Dwipantara, dan PLN UIK Tanjung Jati B.
Mitra lainnya berasal dari perusahaan dan asosiasi industri, antara lain PT Andika Energindo, PT Sinergi Properti Pratama, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) DKJ, Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI), PT Arlisco Elektrika Perkasa, PT Akselerasi Solusi Bersama (Axellindo), PT Indisi, dan PT Kentford Group Indonesia.
Kolaborasi juga melibatkan PT Mega Kharisma Makmur (MKM Kabel), PT Prima Bersama Berkat/PT Boss Hire Indonesia, PT Total Enviro Solusindo, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, serta PT Samudera Konsultan Indonesia.
Melalui kerja sama tersebut, YPK PLN dan para mitra diharapkan dapat membangun kolaborasi berkelanjutan yang menghubungkan kebutuhan industri dengan pendidikan, riset, pengembangan kompetensi, dan kesejahteraan sosial. []


