Medan, OPSI.ID – Komunitas Horas Halak Hita (H3) menyatakan dukungan terhadap langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Kapolda Sumatera Utara Irjen Polisi Sonny Irawan, serta jajaran Polri dalam memberantas peredaran narkoba di Sumatera Utara.
Dukungan tersebut disampaikan menyusul operasi Bareskrim Polri bersama Polda Sumut yang menggerebek sembilan lokasi yang diduga menjadi sarang narkoba di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Toba.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 36 orang diamankan. Dari jumlah itu, 28 orang disebut sebagai pengguna yang akan menjalani rehabilitasi, sedangkan delapan lainnya diduga sebagai pengedar dan diproses sesuai ketentuan hukum.
H3 menilai penyalahgunaan narkoba telah menjadi persoalan serius yang mengancam masa depan generasi muda, khususnya masyarakat Batak di Bona Pasogit atau kampung halaman.
Komunitas tersebut menegaskan, pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya aparat penegak hukum, tetapi juga pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, keluarga, dan kalangan pemuda.
Berdasarkan data yang dicantumkan dalam pernyataan H3, jumlah pengguna narkoba secara nasional diperkirakan mencapai 4,1 juta orang, dengan nilai perputaran uang yang disebut mencapai sekitar Rp500 triliun per tahun.
H3 juga menyoroti kondisi Sumatera Utara yang dinilai masih menghadapi persoalan serius terkait penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Dalam pernyataan tersebut, H3 menyebut sekitar 1,5 juta orang atau 10,49 persen penduduk Sumatera Utara tercatat sebagai pengguna narkoba.
Selain itu, data Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dikutip Badan Narkotika Nasional (BNN) pada April 2026 menyebutkan sekitar 20.146 penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Sumatera Utara terkait kasus narkoba.
H3 mengapresiasi operasi aparat kepolisian yang menyasar sembilan wilayah, yakni Kabupaten Deli Serdang, Asahan, Mandailing Natal, Karo, Toba, Samosir, Nias Selatan, Pakpak Bharat, serta Kota Sibolga.
Kabupaten Toba menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus. Daerah tersebut berada di jalur lintas tengah Sumatera dan memiliki sejumlah kawasan wisata penting, seperti Balige, Porsea, Laguboti, dan Ajibata.

