Jakarta – Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi PLN (ITPLN) berhasil menjadi Juara 1 Scientific Paper Competition APITU–AQUA HVACR Innovation Challenge 2026. Adalah Raihan Rizki Maulana Amsad, Nayla Mufida, dan Yane Siahaan memenangkan kompetisi setelah mempresentasikan inovasi mereka di hadapan dewan juri pada di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Inovasi mahasiswa ITPLN tersebut bernama SEMAT-AC, kependekan dari Sistem Kendali Air Conditioner Non-Invasif Berbasis IoT dengan Keamanan Infrastruktur Vital untuk Efisiensi Gedung Institusional. Karya yang dipresentasikan Raihan sebagai perwakilan tim mengusung subtema Building Energy Management System dengan menawarkan solusi untuk mengurangi pemborosan listrik dari penggunaan AC di gedung institusional.
Raihan mengatakan timnya sengaja mengembangkan solusi yang tidak bergantung pada penggantian perangkat AC. Menurut dia, pendekatan tersebut penting agar efisiensi energi dapat diterapkan pada bangunan yang telah memiliki infrastruktur pendingin udara tanpa membutuhkan investasi awal yang terlalu besar.
“Melalui SEMAT-AC, kami ingin menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi energi gedung tidak selalu harus dilakukan dengan mengganti seluruh perangkat AC. Sistem yang sudah ada dapat dibuat lebih cerdas melalui pendekatan retrofit yang non-invasif, aman, dan relatif terjangkau,” ujar Raihan dalam keterangannya, Senin, 24 Agustus 2026.
Dia membeberkan, SEMAT-AC dirancang sebagai sistem retrofit non-invasif yang memungkinkan AC yang sudah terpasang dipantau dan dikendalikan tanpa mengganti ataupun memodifikasi unit utama. Sistem ini memanfaatkan Internet of Things (IoT), kendali inframerah, sensor kehadiran, arsitektur modular, serta mekanisme keamanan berlapis sehingga berpotensi diterapkan pada berbagai merek AC.
“Ide ini berangkat dari persoalan sederhana yang kerap luput dalam pengelolaan gedung, seperti AC tetap menyala ketika ruangan kosong, temperatur disetel terlalu rendah, dan beban listrik belum dikendalikan secara optimal. Kondisi tersebut membuat konsumsi energi meningkat, terutama pada gedung dengan jumlah unit AC yang besar,” jelasnya.
Berdasarkan pemodelan dalam karya ilmiah tersebut, ungkap Raihan, SEMAT-AC berpotensi menghemat energi sekitar 15 persen melalui optimalisasi setpoint temperatur. Penghematan dapat meningkat hingga sekitar 30 persen apabila sistem dikombinasikan dengan kendali berbasis kehadiran penghuni ruangan.
Dalam ilustrasi gedung dengan 100 unit AC, sistem itu diproyeksikan mampu menghemat biaya sekitar Rp85,8 juta per tahun. Pemodelan juga menunjukkan potensi penurunan emisi sekitar 40 ton CO₂e per tahun, pengurangan beban puncak sekitar 22,5 kilowatt, serta estimasi waktu pengembalian investasi sekitar lima bulan.
Untuk mencapai babak final, tim ITPLN harus melewati seleksi naskah dan penilaian dewan juri. Pada tahap penentuan juara, mereka diuji melalui presentasi dan sesi tanya jawab mengenai konsep, aspek teknis, kebaruan, potensi implementasi, serta manfaat inovasi yang ditawarkan.
Penilaian kompetisi tidak hanya berfokus pada gagasan, tetapi juga mencakup sistematika penyajian, kekuatan argumentasi, penggunaan alat bantu visual, ketepatan waktu, dan kemampuan peserta mempertahankan gagasannya di hadapan juri. Kemampuan tim menjelaskan aspek teknis sekaligus manfaat praktis menjadi bagian penting dalam presentasi SEMAT-AC.
Kemenangan tersebut memperlihatkan kemampuan mahasiswa ITPLN menggabungkan efisiensi energi, digitalisasi, IoT, keamanan sistem, dan prinsip keberlanjutan dalam satu inovasi. Konsep SEMAT-AC juga sejalan dengan tema kompetisi, “Innovating Sustainable HVACR Solutions for Energy Sovereignty and Productive Economy,” yang mendorong pengembangan solusi HVACR hemat energi dan aplikatif.
Prestasi Raihan, Nayla, dan Yane diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa ITPLN lainnya untuk menghasilkan inovasi yang tidak berhenti pada konsep akademik. Melalui pendekatan yang dapat diterapkan pada persoalan nyata, karya mahasiswa diharapkan ikut memperkuat upaya efisiensi energi dan mendorong percepatan transformasi energi di Indonesia. []


