Ardhito Pramono Tersandung Kasus Ganja, ICJR: yang Bikin Rusak Itu Hukumnya

Jakarta – Direktur Eksekutif Institute of Criminal Justice Reform (ICJR) Erasmus Napitupulu menyatakan ketidaksetujuannya apabila penyanyi Ardhito Pramono harus mendekam di balik jeruji besi atas kasus penyalahgunaan dan kepemilikan narkotika golongan I jenis ganja.

Di mata Erasmus, Ardhito merupakan seniman berbakat dan kasus hukumnya tersebut juga tidak merugikan negara dan rakyat.

“Kita penjarakan musisi berbakat, anak muda, yang tak mencuri uang rakyat atau rampok tanah petani,” cuit @erasmus70, dilihat Opsi, Kamis, 13 Januari 2022.

Dalam catatan Erasmus, dengan mengonsumsi ganja, tidak akan mengakibatkan nyawa seseorang menjadi melayang. Dia menyayangkan sikap kepolisian yang memposisikan Ardhito seolah-olah telah berbuat kriminal.

Dia menegaskan, yang membuat rusak negara ini bukanlah narkotikanya, melainkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang sudah terlalu uzur, sudah lama tidak direvisi.

“Tak ada yang terbunuh atau terluka, tapi diperlakukan seperti penjahat padahal jargonnya menyelamatkan pengguna narkotika,” ujar Erasmus.

“Yang bikin rusak negara ini bukan narkotika, tapi hukumnya,” lanjutnya.

Lantas Erasmus menyinggung kasus Fidelis Arie Sudewarto (36). Pria itu diketahui menanam 39 batang pohon ganja (cannabis sativa) demi mengobati sang istri, Yeni Riawati, yang didiagnosa menderita syringomyelia atau tumbuhnya kista berisi cairan (syrinx) di dalam sumsum tulang belakang.

Sang istri akhirnya meninggal dunia tepat 32 hari setelah Fidelis ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN). Penggunaan ganja untuk keperluan medis memang tidak kunjung dikaji oleh pemerintah.

“Belum puas penjarakan suami yang frustasi mengobati istri yang dicintainya, yang berhadapan dengan maut. Fidelis tak membunuh siapapun, dia hanya ingin keluarganya utuh, tapi hukum membunuh harapan Fidelis.
Narkotika tak membunuh istrinya, hukum yang melakukannya,” kata dia.

Ersamus juga membahas Pemohon Judicial Review UU Narkotika untuk keperluan ganja medis.

“Musa, anak bu Dwi, Pemohon Judicial Review UU Narkotika meninggal karena penyakit yang diderita karena cerebral palsy, sempat merasakan pengobatan ganja, Bu Dwi terpaksa stop karena takut penjara dan Musa terlantar. Narkotika tidak membunuh Musa, tapi Hukum Narkotika,” katanya.

Menurut dia, cara menangkap dan memenjarakan pengguna ganja tidak akan menyelesaikan permasalahan hingga kapanpun. Justru melahirkan over capacity tahanan di lembaga pemasyarakatan.

“Silakan dilanjutkan, kita semua korban hukum narkotika, menyelamatkan anak bangsa tapi malah menyengsarakan rakyat. Penangkapan pengguna narkotika tidak akan berakhir, dan kita semua tahu konsekuensi berhadapan dengan hukum di Indonesia. Sampai nanti kita yang rasa kita yang derita,” kata Erasmus Napitupulu. 

Aparat kepolisian sebelumnya mengatakan kepada wartawan mengenai pihaknya telah menangkap seorang figur publik berinisial AP dalam kasus narkoba kepemilikan dan penyalahgunaan ganja.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan membenarkan bahwa selebriti berinisial AP yang dimaksud adalah Ardhito Pramono.

“Iya (Ardhito Pramono),” kata Zulpan, dikutip Opsi pada Rabu, 12 Januari 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

‎Pemprov DKI dan Bank Jakarta Sabet Penghargaan di Ajang Cita Loka Fest 2026

‎Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Bank...

‎Pramono Anung Bakal Cabut Bansos bagi Warga Jakarta yang Nekat Buang Sampah ke Sungai

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku tak...

Berharap Keadilan, Eks Kepala SMAN 5 Makassar Surati Presiden Prabowo

Makassar, OPSI.ID- Seorang guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)...

Pelaku Pencurian Emas Batangan Rp160 Juta di Pasar Horas Ditangkap, Sempat Kabur 22 Hari

PEMATANGSIANTAR, Opsi .id – Polres Pematangsiantar berhasil mengungkap kasus...

Turki Tumbangkan AS, Ekuador Kejutkan Jerman, Jepang dan Swedia Lolos ke 16 Besar

JAKARTA, Opsi.id - Sejumlah laga penyisihan grup Piala Dunia...

Deretan Nama 16 Anggota Akademi Jakarta yang Dilantik Gubernur Pramono Anung

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengukuhkan 16...

Swedia Ditahan Jepang 1-1, Kedua Tim Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026

Jakarta, Opsi.id - Swedia memastikan langkah ke babak gugur...

Trio Folk Rangkai Lepas Single yah, ibu ingin bertemu

Jakarta - Trio indie-folk asal Jakarta, Rangkai, resmi meluncurkan...

Berita Terbaru

Popular Categories