Kejagung Ungkap Kasus Korupsi MBG Sudah Lama Dipantau, Informasi Viral Ikut Dikaji Penyidik

JAKARTA, Opsi.id  – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah lama menjadi perhatian penyidik.

Sebelum akhirnya dinaikkan ke tahap penyidikan dan berujung pada penetapan tersangka.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan itu, Kamis (4/6/2026) di Jakarta.

Kata dia, program MBG sejak awal mendapat atensi khusus. Karena menyangkut kepentingan masyarakat luas serta menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar.

“Kami memang memberikan atensi terhadap hal-hal yang menyangkut rakyat banyak, termasuk salah satunya MBG ini,” kata Syarief.

Menurut dia, tim penyidik telah mempelajari berbagai data dan informasi terkait pelaksanaan program tersebut jauh sebelum perkara masuk ke tahap penyidikan.

“Sebetulnya sudah kami pelajari cukup lama. Kami hanya perlu data-data yang banyak,” ujarnya.

Syarief juga membenarkan bahwa berbagai informasi yang sempat viral di media sosial turut menjadi bahan kajian penyidik.

Mengumpulkan informasi awal terkait dugaan penyimpangan program MBG. “Termasuk,” katanya singkat.

Kantongi Dua Alat Bukti

Syarief menjelaskan, penyelidikan perkara baru dimulai pada pekan lalu.

Setelah menemukan bukti yang cukup, penyidik kemudian meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan pada Jumat pekan lalu.

Menurut dia, keputusan tersebut diambil setelah penyidik mengantongi sedikitnya dua alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum acara pidana.

“Bisa alat bukti elektronik, alat bukti dokumen, maupun keterangan saksi pada tingkat penyelidikan,” jelasnya.

Baca juga: Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditetapkan Tersangka oleh Kejagung

Dalam proses tersebut, tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional yang kini berstatus tersangka terlebih dahulu diperiksa sebagai saksi sebelum status hukumnya ditingkatkan.

“Di hari yang sama diperiksa sebagai saksi,” ujarnya.

Dugaan Mark Up Motor Listrik Rp1,03 Triliun

Sebelumnya, Kejagung mengungkap dugaan penggelembungan harga dalam proyek pengadaan motor listrik untuk Program MBG dengan nilai mencapai Rp1,03 triliun.

Proyek pengadaan 21.801 unit motor listrik tersebut menjadi salah satu temuan utama.

Yang menjerat mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, bersama dua mantan wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mochamad Jeffry, mengatakan proyek tersebut diduga tidak berjalan sesuai ketentuan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Respons PDIP soal Jokowi Ingin Bertemu Megawati, Said: Kartu Mati Jangan Dihidupkan

Jakarta — PDI Perjuangan menegaskan hubungannya dengan Presiden ke-7...

Harta Kekayaan Suahasil Nazara Capai Ratusan Miliar, Ini Rinciannya

Jakarta — Suahasil Nazara memiliki total harta kekayaan sebesar...

Gantikan Purbaya, Ini Pesan Prabowo kepada Menkeu Suahasil Nazara

Jakarta — Suahasil Nazara langsung mendapat pesan penting dari...

Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pilihan Prabowo Subianto

Jakarta — Suahasil Nazara mendapat kepercayaan baru dalam pemerintahan...

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian Menteri Keuangan...

UPRI Makassar Dorong Mahasiswa Baru Perluas Relasi lewat UKM

Makassar, OPSI.ID - Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar...

Bupati Anton Kursus di Lemhannas, Dosen UHN: Rakyat Simalungun Butuh Jalan, Bukan Sertifikat

SIMALUNGUN, Opsi.id – Keikutsertaan Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih...

Polres Maros Gelar Sertijab Wakapolres dan Kapolsek Tompobulu

Maros, OPSI.ID - Kepolisian Resor (Polres) Maros menggelar upacara...

Berita Terbaru

Popular Categories