“Gol itu harus dianulir. Selamat kepada mereka karena berani mengambil keputusan besar dalam situasi yang sangat sulit,” ujarnya.
Namun kubu West Ham justru murka dan mempertanyakan konsistensi keputusan VAR.
Kapten West Ham, Jarrod Bowen, menilai Premier League seharusnya tetap mempertahankan permainan fisik.
“Kalau melihat tayangan ulang selama lima menit, Anda pasti akan menemukan sesuatu,” kata Bowen.
“Apakah itu keputusan yang benar? Menurut saya tidak.”
Bowen juga mengkritik lamanya proses VAR yang dinilai merusak emosi pertandingan.
“Sebagai fans, Anda tidak ingin merayakan gol lalu harus menunggu delapan menit dan akhirnya gol dibatalkan,” katanya.
Menurut Bowen, kontak fisik saat sepak pojok adalah hal biasa di Liga Inggris.
“Premier League itu fisik. Itulah kenapa semua orang menyukainya. Jika itu dianggap pelanggaran, maka semua duel tarik-menarik di kotak penalti juga harus dihukum,” ujarnya.
BACA JUGA: Persaingan Gelar Premier League Makin Panas Usai Man City Bungkam Brentford
Hal senada disampaikan pelatih West Ham, Nuno Espírito Santo, yang menilai para wasit kini justru bingung menentukan mana pelanggaran dan mana yang bukan.
“Bahkan wasit sendiri sekarang tidak tahu apa itu pelanggaran dan apa yang bukan. Itu menciptakan keraguan,” kata Nuno.
“Anda lihat saja setiap sepak pojok di Premier League, situasi seperti ini selalu terjadi di semua pertandingan,” tambahnya.
Kekalahan ini membuat West Ham semakin dekat ke jurang degradasi. Mereka kini tertinggal satu poin dari Tottenham Hotspur yang masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.
Sementara itu, Arsenal hanya menyisakan dua laga melawan Burnley dan Crystal Palace. Jika mampu menyapu bersih kemenangan, Arsenal dipastikan meraih gelar juara Liga Inggris musim ini. []


