Makassar, OPSI.ID – Kehadiran platform musik digital seperti Spotify kini tidak lagi sekadar menjadi sarana distribusi lagu, tetapi juga telah berkembang menjadi ruang industrialisasi budaya.
Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya lagu pop Indonesia Timur yang berhasil menembus jajaran teratas tangga lagu Spotify Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Melihat tren tersebut, Dody Kurniawan Asman, dosen Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar, melakukan penelitian bertajuk “Konstruksi Identitas Timur pada Lagu Pop Indonesia Timur Populer di Chart Teratas Platform Spotify Indonesia: Analisis Sosiolinguistik”.
Menurut Dody, meningkatnya popularitas lagu-lagu pop Indonesia Timur menunjukkan adanya proses hilirisasi musik lokal.
Budaya yang sebelumnya hadir sebagai ekspresi identitas dan bahasa daerah kini bertransformasi menjadi produk industri yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Bahasa dalam lirik lagu kini berfungsi sebagai modal simbolik yang berkontribusi langsung terhadap pembentukan popularitas sekaligus nilai industri musik lokal,” ujar Dody, yang juga dikenal sebagai musisi itu.
Penelitian ini berfokus pada tiga aspek utama, yakni konstruksi bahasa dalam lirik lagu, strategi kreatif para produsen musik, serta sikap audiens (language attitude) terhadap identitas Timur yang ditampilkan.
Melalui pendekatan tersebut, bahasa dipandang bukan hanya sebagai alat komunikasi, melainkan juga aset budaya yang memiliki nilai ekonomi.


