Ia merasa seluruh sepatu yang dimilikinya terlalu berat dan tidak nyaman dipakai selama masa pemulihan.
Berbagai jenis alas kaki, mulai dari sneakers hingga sepatu ortopedi, dinilainya tidak cocok untuk kebutuhan sehari-hari.
Pada 2019, mantan ilmuwan data itu kemudian menghubungi produsen sepatu kecil di China. Yang pernah ditemuinya saat menghadiri pameran fesyen di Jepang.
Bersama produsen tersebut, ia mengembangkan sepatu ringan dengan penopang kaki yang dirancang khusus untuk membantu mobilitasnya.
Setelah enam bulan pengembangan sampel, Ting akhirnya berhasil menciptakan sepatu minimalis.
Sepatu tanpa tali yang membuatnya lebih nyaman berjalan dan mengurangi rasa sakit di punggungnya.
Awalnya ia hanya memesan sekitar 20 hingga 30 pasang untuk keluarga dan teman dekat.
Namun respons positif dari pelanggan membuat bisnis itu berkembang menjadi brand bernama Sunnystep.
Pada Juli 2019, Ting mengikuti bazar pertamanya di Singapura dengan hanya dua desain sepatu.
Meski saat itu ia masih belum mampu duduk dan berdiri lama, produknya mulai menarik perhatian banyak orang karena dinilai nyaman digunakan sepanjang hari.


