Dapur MBG Percepat Pemulihan Gizi dan Ekonomi Pascabencana Aceh

Banda Aceh – Dapur MBG berperan sebagai pendampingan pasca bencana yang cukup strategis. Mulai dari bertransformasi menjadi dapur umum darurat, memastikan asupan gizi korban hingga menggerakkan kembali perekonomian warga yang terdampak.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat (PPM) Badan Gizi Nasional (BGN) Tengku Syahdana, S.Kom., CRMO dalam kegiatan ‘Sinergi Ekonomi Kerakyatan’ yang digelar di Taman Budaya, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh pada Kamis, (16/4). Upaya percepatan pemulihan masyarakat pascabencana di Aceh terus diperkuat melalui optimalisasi program MBG yang kini difokuskan untuk menjawab kebutuhan warga terdampak. Program ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Tengku Syahdana menegaskan bahwa fokus utama Badan Gizi Nasional di Aceh saat ini adalah memastikan pendampingan pascabencana berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran. Program MBG tidak hanya menjadi instrumen bantuan, tetapi juga diarahkan sebagai penggerak ekonomi lokal, terutama bagi kelompok rentan.

Fondasi Kebangkitan Ekonomi Warga

“Program MBG kita arahkan untuk benar-benar menyentuh masyarakat terdampak. Tidak hanya bantuan berupa makanan saja, tetapi juga menjadi fondasi kebangkitan ekonomi warga,” ujar Tengku Syahdana.

Dalam implementasinya, Dapur MBG telah dialihkan sebagian untuk penanganan dampak bencana, dengan dukungan SPPG yang tersebar di seluruh Aceh. Beberapa dapur SPPG kini berperan sebagai dari alokasi program tersebut langsung disalurkan ke masyarakat melalui pembelian bahan pokok dan kebutuhan operasional. Sehingga mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Langkah ini sejalan dengan pernyataan Kementerian Keuangan yang menyebutkan bahwa program MBG memiliki kontribusi signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pendekatan berbasis masyarakat, program ini juga mendorong warga untuk bertransformasi menjadi pelaku usaha produktif. Khususnya di sektor peternakan dan pertanian.

Lebih lanjut, pemerintah daerah diminta untuk menyiapkan data masyarakat pada pengelompokan masyarakat berpenghasilan rendah atau desil 1 dan desil 2 sebagai prioritas utama intervensi. Kelompok ini diharapkan dapat “naik kelas” melalui pendampingan intensif dan akses terhadap program pemberdayaan.

“Ini bukan sekadar bantuan, tapi proses membangun kemandirian. Kita ingin masyarakat Aceh bangkit dengan kekuatan sendiri,” tambah Tengku Syahdana.

Kebijakan ini juga diperkuat dengan Perpres Nomor 115 Tahun 2025 yang mewajibkan penggunaan produk lokal dalam pelaksanaan program, serta melarang pembelian produk pabrikan maupun lintas wilayah. Hal ini bertujuan menjaga keberlanjutan ekonomi daerah dan memperkuat rantai pasok lokal.

Selain itu, kebutuhan dan ketersediaan bahan pangan di Aceh menjadi perhatian utama untuk memastikan program berjalan efektif. Sinergi dengan yayasan dan mitra juga terus didorong, termasuk melalui kewajiban penyaluran CSR minimal 2,5 persen guna mendukung pemberdayaan masyarakat.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Program MBG diharapkan menjadi motor penggerak pemulihan Aceh pascabencana. Sekaligus membuka jalan menuju kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

Kasus Uang Paroki Aek Nabara Rp 28 Miliar di BNI, BP BUMN Berjanji Segera Tuntaskan

Jakarta - Kasus uang jemaat Gereja Paroki St. Fransiskus...

Profil Andi Hakim Febriansyah, Eks Kepala Kas BNI Aek Nabara yang Ditangkap Polda Sumut

Medan - Nama Andi Hakim Febriansyah menjadi perhatian publik...

GAMKI Minta JK Hadapi Proses Hukum, Dugaan Penistaan Agama Diminta Diusut Tuntas

JAKARTA – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) menegaskan...

Bejat! Oknum Kiai di Pati Cabuli 50 Santriwati di Ponpes

Pati, Opsi.id - Kasus pencabulan kembali terungkap. kali ini...

Profil Karutan Balige Valen Sonar Rumbiak, Sah Menyandang Marga Pardede

Toba, Opsi.id - Kepala Rutan Kelas IIB Balige, Valen...

Unit Ska The Regards Rilis Single Euforia di Hari Buruh

Jakarta - Unit ska/rocksteady asal Tangerang, The Regards, memilih...

Stevan Pasaribu Rilis Single Lama Tak Bermalam Minggu

Jakarta - Penyanyi Stevan Pasaribu kembali merilis karya terbaru...

Yuk Kenali Perbedaan Sampah Organik, Anorganik, B3, dan Residu

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menggalakkan...

Polemik MUSPROV Kadin Sulbar, Hasraf Lukman Ancam Tempuh Jalur Hukum

Mamuju, OPSI.ID - Wakil Ketua Umum Bidang Investasi dan...

Begal Bersenjata di Binjai, Pelajar SMA Dibacok Saat Berangkat Sekolah

Binjai, Opsi.id - Kota Binjai kembali dihantui aksi begal...

Beda dengan Covid-19, Dinkes DKI Ungkap Cara Penularan Hantavirus ke Manusia

‎Jakarta - Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan DKI Jakarta Ani...

Cerita Penumpang Bus Halmahera Selamat, Punya Firasat Buruk Sebelum Berangkat

Serdang Bedagai, Opsi.id - Kecelakaan maut yang melibatkan Bus...

Kasus Tewasnya Lansia di Baruga Terkuak, Polisi Amankan Pelaku dan Barang Bukti

Majene, OPSI.ID - Polres Majene kembali menggelar konferensi pers...

Berita Terbaru

Popular Categories