- Maksimalkan Diplomasi Digital
Dino mendorong Presiden lebih sering memanfaatkan panggilan video, Zoom, atau telepon untuk berkomunikasi dengan para pemimpin dunia.
Menurutnya, inti pembicaraan bilateral biasanya hanya berlangsung satu hingga dua jam, sementara sebagian besar agenda kunjungan diisi kegiatan seremonial dan jamuan resmi.
“Dengan satu video call yang bernilai Rp0, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan ke luar negeri dan hasilnya dari segi substansi juga kurang lebih sama,” ujarnya.
- Terapkan Formula “1+8”
Dino mengusulkan konsep “1+8”, yaitu menghadiri satu forum internasional sekaligus menggelar sedikitnya delapan pertemuan bilateral dengan pemimpin negara lain.
- Perencanaan yang Lebih Transparan
Ia meminta agar agenda kunjungan luar negeri Presiden disusun secara profesional, terukur, dan diumumkan kepada publik jauh sebelum keberangkatan.
- Lebih Banyak Menerima Tamu Negara di Indonesia
Dalam satu tahun ke depan, Dino menyarankan Presiden lebih sering menjadi tuan rumah bagi para pemimpin dunia di Indonesia daripada melakukan perjalanan ke luar negeri.
- Delegasikan Misi Tertentu kepada Menlu
Dino juga mendorong agar sebagian besar misi diplomatik yang bersifat teknis dan taktis diserahkan kepada Menteri Luar Negeri Sugiono.
Baca juga: Salat Iduladha di Paris, Prabowo Dengarkan Pesan “Sembelih Ego” dari Khatib
Menurutnya, langkah tersebut dapat menekan biaya karena rombongan menteri jauh lebih kecil dibanding rombongan presiden.
Menutup pernyataannya, Dino menegaskan bahwa masyarakat kini lebih mengutamakan efektivitas dan kepekaan pemimpin dibanding kemegahan protokoler dalam diplomasi.
“Rakyat Indonesia tidak lagi terpukau dengan kemegahan protokoler dalam dunia diplomasi. Rakyat mengharapkan pemimpin mereka bisa menunjukkan kepekaan dan kepatutan dalam melakukan perjalanan ke luar negeri,” tegasnya. []


